Breaking News:

Hukuman Mengenakan Rompi Bagi PNS Diterapkan Setiap 1 Minggu Sekali

Meri menjelaskan, hukuman rompi dikenakan bagi Pegawai Negeri Sipil (PNS) atau pegawai Tenaga Kerja Kontrak (TKK)

Penulis: Yusuf Bachtiar | Editor: Erik Sinaga
TribunJakarta/Yusuf Bachtiar
Sejumlah pegawai Pemkot Bekasi dihukum menggunakan rompi saat apel pagi, Senin, (14/1/2019). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Yusuf Bachtiar

TRIBUNJAKARTA.COM, BEKASI SELATAN - Kepala Bidang Hukum pada Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan Daerah (BKPPD) Kota Bekasi, Meri Soniati mengatakan, hukuman rompi bagi pegawai di lingkungan Pemerintah Kota Bekasi diterapkan setiap satu minggu sekali.

Meri menjelaskan, hukuman rompi dikenakan bagi Pegawai Negeri Sipil (PNS) atau pegawai Tenaga Kerja Kontrak (TKK). Setiap satu minggu, pihaknya akan melakukan evaluasi seluruh perangkat kerja perihal kehadiran apel pagi yang setiap hari dilakukan di masing-masing Organisasi Perangkat Dinas (OPD).

Pegawai yang selama satu minggu kedapatan mangkir dari kegiatan apel pagi rutin sebanyak 2 sampai 4 kali, akan dicatat dan dihukum menggunakan rompi saat apel gabungan setiap senin yang berlangsung di Plaza Pemkot Bekasi di Jalan Jenderal Ahmad Yani, Bekasi Selatan.

"Ini dievaluasi setiap senin, karena setiap senin itu kita ada apel gabungan semua pejabat yang berkantor di luar lingkungan Kantor Pemkot Bekasi di Jalan Ahmad Yani ikut apel di sini," kata Meri, Senin, (14/1/2019).

Ratusan pegawai Pemkot Bekasi dihukum menggunakan rompi karena dinilai tidak disiplin, Senin (14/1/2019).
Ratusan pegawai Pemkot Bekasi dihukum menggunakan rompi karena dinilai tidak disiplin, Senin (14/1/2019). (TRIBUNJAKARTA.COM/YUSUF BACHTIAR)

Dia menjelaskan, untuk pegawai yang dihukum lantaran bolos mengikuti apel rutin termasuk pelanggaran disiplin ringan. Meraka dihukum menggunakan rompi berwarna kuning bertulisakan 'Saya Belum Disipin'.

Sedangkan untuk pelanggaran disiplin berat misalnya terkait kehadiran akan dikenakan rompi berwarna oranye dengan tulisan 'Melanggar Disiplin Berat'. Pada hari pertama diberlakukan hukuman rompi, Pemkot Bekasi belum menerapkan kalisifikasi hukuman tersebut.

"Kalau rompi oranye itu untuk pegawai yang melanggar disiplin berat seperti masalah kehadiran yang nanti masuk ke majelis kode etik," jelas dia.

Pengamat Sebut Hukuman Pakai Rompi untuk Pegawai Pemkot Bekasi Berlebihan

Ratusan PNS Pemkot Bekasi Dihukum Menggunakan Rompi Bertulisakan Saya Belum Disiplin

Adapun pada hari pertama, rompi oranye dikenakan bagi pengawai yang tidak ikut kegiatan Subuh Keliling. "Tadi karena rompi yang kuning tidak cukup jadi dikenakan untuk yang tidak ikut subuh keliling, padahal itu harusnya mereka kenakan rompi kuning juga," jelas dia.

Hari pertama penerapan hukuman rompi, pihaknya baru menyiapkan 200 rompi kuning dan 100 rompi oranye. Kebijakan hukuman rompi merupakan inovasi dari kepala daerah untuk membuat efek jera pegawai yang indisipliner.

"Ini inovasi dari kepala daerah dalam hal ini Wali Kota Bekasi Bekasi yang ingin konsen meningkatkan kinerja pegawai dan menegakkan hukum bagi pegawai yang indisipliner," jelas dia.

Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved