200 Pengemudi Ikut Pelatihan Pramudi KWK Jak Lingko di Kantor Wali Kota Jakut

Sebanyak 200 pengemudi diikutsertakan dalam diklat yang diselenggarakan Koperasi Wahana Kalpika (KWK) untuk memenuhi standar pelayanan minimum (SPM).

TribunJakarta.com/Afriyani Garnis
Suasana Pelatihan Pramudi Jak Lingko di Balai Yos Sudarso, Kantor Walikota Jakarta Utara Selasa (15/1/2019). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Afriyani Garnis 

TRIBUNJAKARTA.COM,  TANJUNG PRIOK - Pengemudi angkutan umum mengikuti pelatihan Jak Lingko di Balai Yos Sudarso,  Kantor Wali Kota Jakarta Utara, Selasa (15/1/2019).

Total sebanyak 200 pengemudi diikutsertakan dalam diklat yang diselenggarakan Koperasi Wahana Kalpika (KWK) untuk memenuhi standar pelayanan minimum (SPM).

Direktur Utama PT Transjakarta Agung Wicaksono mengatakan, pelatihan yang diselenggarakan KWK ini turut dihadiri Transjakarta yang operatornya juga  tergabung dengan Jak Lingko.

"Ini adalah diklat untuk pramudi Jak Lingko yang diselenggarakan KWK.  Transjakarta hadir karena Jak Lingko ini, para operatornya, tergabung dalam TJ," ujar Agung saat ditemui di Balai Yos Sudarso, Kantor Walikota Jakarta Utara, Selasa (15/1/2019).

Agung menyampaikan pelatihan ini dibuat secara mendetail hingga masalah pakaian dan penampilan para pramudi.

"Sampai ke level potongan rambut. Tadi seragamnya udah seragam, warnanya pun mirip dengan transjakarta. Semuanya rapi. Ini sebagai bentuk transjakarta Jak Lingko ini memang merangkul dan bersama-sama memajukan angkutan umum," kata Agung.

Standar pelayanan minimum yang ingin dicapai dalam pelatihan, terdiri dari enam aspek yaitu keselamatan, keamanan, kenyamanan, keterjangkauan, keteraturan dan kesetaraan.

Ia pun berharap kedepannya angkutan lain bisa mencontoh KWK dengan harapan dapat membuat pelayanan yang membanggakan. Selain itu KWK juga bisa menjadi role model untuk bus kecil lainnya.

Kedepannya, Agung mengatakan  siap untuk memberikan pelatihan yang kepada operator angkutan umum lainnya.

"Angkutan lain bisa mencontoh KWK, Sehingga seluruh bus kecil yg dulu disebut angkot, (sekarang) Tapi sudah  Jak Lingko, ngak disebut angkot lagi,  Ini bisa membuat layanan yg membanggakan," jelas Agung.

Diketahui 387 KWK sudah terintegrasi dan sekira 67 persen dari wilayah Ibu Kota sudah dapat dijangkau dengan Jak Lingko.

Editor: Erlina Fury Santika
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved