Tsunami di Banten

Kembali Bangkit Usai Diterjang Musibah Tsunami, Sekolah di Pandeglang Butuh Buku Pelajaran

Selain buku pelajaran, Mariam mengatakan, guru juga membutuhkan buku lain untuk membantu proses mengajar.

Kembali Bangkit Usai Diterjang Musibah Tsunami, Sekolah di Pandeglang Butuh Buku Pelajaran
TRIBUNJAKARTA.COM/JAISY RAHMAN TOHIR
Siswa SDN Cigondang 01, Labuan, Kabupaten Pandeglang, Banten, Selasa (15/1/2019). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Jaisy Rahman Tohir

TRIBUNJAKARTA.COM, LABUAN - Tiga pekan pascatsunami, pesisir Lantera, Cigondang, Labuan, Kabupaten Pandeglang, 100 meter dari bibir pantai, SD Cigondang 01 belum kering sepenuhnya.

Tsunami pada 22 Desember 2018 malam, dan air bah pada keesokan paginya, mengguyur seluruh buku di sekolah yang berisi 245 siswa itu.

Meskipun tidak basah sungguhan, buku yang terkena air laut itu sudah tdak dapat lagi digunakan karena rusak.

Tak hanya buku di sekolah, tapi juga buku di lemari-lemari para siswa yang letak rumahnya berdekatan dari sekolah, turut basah.

"Nah itu, basah semua buku," ujar Kepala Sekolah SDN Cigondang 01, Mariam, kepada TribunJakarta.com di sekolah.

Mariam mengatakan, sampai saat ini pihaknya sangat membutuhkan buku-buku pelajaran kurikulum 2013 dan KTSP.

"Yang sudah kurikulum 2013 kelas I, II III, V, sedangkan kurikulum KTSP untuk kelas IV sama VI," jelasnya.

Pihak pemerintah daerah pun belum memberikan bantuan buku pelajaran yang sangat penting itu.

Selain buku pelajaran, Mariam mengatakan, guru juga membutuhkan buku lain untuk membantu proses mengajar.

Halaman
12
Penulis: Jaisy Rahman Tohir
Editor: Wahyu Aji
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved