Komplotan Begal 'Jabrik' Diringkus Polsek Bantar Gebang

Aksi komplotan begal terbilang sadis, mereka tidak segan melukai korbannya. Setiap beraksi, komplotan Jabrik selalu mempersiapkan senjata tajam.

Komplotan Begal 'Jabrik' Diringkus Polsek Bantar Gebang
TribunJakarta.com/Yusuf Bachtiar
Komplotan begal 'Jabrik' saat diamankan ke Polsek Bantar Gebang Kota Bekasi, Selasa, (15/1/2019) 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Yusuf Bachtiar

TRIBUNJAKARTA.COM, BANTAR GEBANG - Empat remaja yang tergabung dalam komplotan begal 'Jabrik' berhasil diringkus Polsek Bantar Gebang. Keempatnya yakni, RI (19), MS (18), T, dan MD (18).

Kapolsek Bantar Gebang mengatakan, kelompok begal 'Jabrik' diringkus usai beraksi di Kampung Babakan, Gang Air Mancur, RT01, RW04, Kelurahan Mustikajaya, Kecamatan Mustukajaya, Kota Bekasi, Jumat, (11/1/2019) lalu.

"Peristiwa terjadi sekitar pukul 02.00 dini hari, pelaku mengambil barang berharga milik korban berupa HP (ponsel) dan sepeda motor," kata Siswo, di Mapolsek Bantar Gebang, Jalan Narogong Raya, Kota Bekasi, Selasa, (15/1/2019).

Aksi komplotan begal terbilang sadis, mereka tidak segan melukai korbannya. Setiap beraksi, komplotan Jabrik selalu mempersiapkan senjata tajam, seperti golok, pisau, bahkan stik baseball.

Siswo mejelaskan, awal mula kejadian terjadi saat korban bernama Antonius (21) mengendari sepeda motor seorang diri. Kemudiam diperjalanan, ia dihadang oleh empat pelaku yang mengendarai dua sepeda motor.

Kapolsek Bantar Gebang Kompol Siswo.
Kapolsek Bantar Gebang Kompol Siswo. (TribunJakarta.com/Yusuf Bachtiar)

Pelaku langsung menendang motor korban hingga terjatuh. Saat jatuh, dua orang pelaku lainnya mengancam korban dengan menggunakan pisau dan stik baseball sambil memaksa menyerahkan barang berharga milik korban.

"Korban karena takut, dia langsung menyerahkan hp (ponsel) dan melarikan diri dengan cara lari, kendaraan korban kemudian dibawa pelaku," ungkap Siswo.

Korban kemudian melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Bantar Gebang untuk selanjutnya dilakukan penyelidikan. Tidak membutuhkan waktu lama, polisi akhirnya dapat mengenali identitas pelaku.

"Setelah penyelidiakan dan didapati identitas pelaku, petugas langsung bergerak melakukan pengejaran, pada Sabtu, (12/1), sekitar jam 22.30 keempat pelaku dapat kita ringkus," ucap Siswo.

Keempatnya diamankan di sebuah toko jamu di daerah Bantar Gebang. Pelaku saat itu tengah asik meminum minuman keras. Polisi juga turut menangkap pemilik toko jamu berinisial A melanggar pasal 204 KUHP.

"Satu pelaku berinisial T saat diamankan berusaha melawan dengan mencoba melukai petugas, akhirnya kita tindak dengan tegas dengan tembakan pada bagian kaki," jelas dia.

Adapun polisi menyita barang bukti milik pelaku berupa satu bilah pisau, satu stik baseball, satu lembar STNK milik korban, dan satu unit sepeda motor milik pelaku," jelas dia.

"Kita masih kembangkan, karena pelaku ini menjual barang hasil kejahatan secara online, kita masih cari," jelas dia.

Akibat perbuatannya, keempat pelaku dijerat pasal 365 KUHP tentang pencurian dengan kekerasan ancaman hukuman sembilan tahun penjara.

Penulis: Yusuf Bachtiar
Editor: Erlina Fury Santika
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved