Polisi Belum Bisa Pastikan Narkoba yang Disimpan di Sekolah Diedarkan ke Siswa

Kompol Joko Handono mengatakan berdasarkan pengakuan tersangka AN (30), CP (30) dan DL (29), mereka hanya mengirimkan sabu kepada para pemesannya.

TRIBUNJAKARTA.COM/NOVIAN ARDIANSYAH
Kasudin Pendidikan wilayah II Jakarta Barat, Uripasih dan Kapolsek Kembangan Kompol Joko Handono saat jumpa pers terkait penemuan narkoba di lingkungan sekolah di Polres Metro Jakarta Barat, Selasa (15/1/2019). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Elga Hikari Putra

TRIBUNJAKARTA.COM, PALMERAH - P‎olisi belum bisa memastikan narkoba yang disimpan di lingkungan sekolah di kawasan Jakarta Barat juga diedarkan kepada para siswa.

Kepala Polsek Kembangan, Kompol Joko Handono mengatakan berdasarkan pengakuan tersangka AN (30), CP (30) dan DL (29), mereka hanya mengirimkan sabu kepada para pemesannya.

"Sampai saat ini belum menemukan dari lingkungan sekolah. Tapi kalau untuk sabu kalau pengakuannya mereka hanya by order (sesuai pesanan), mereka hanya jalan saja sesuai arahan dari bosnya," kata Joko di Mapolres Metro Jakarta Barat, Selasa (15/1/2019).

Joko mengatakan pihaknya saat ini masih terus mengembangkan siapa saja yang mengonsumsi barang haram yang diedarkan AN, CP dan DL.

Ia tidak menampik bahwa banyak remaja yang mengonsumsi obat-obatan terlarang tersebut sebelum melakukan tindak kejahatan.

"Obat-obat golongan IV ini sering digunakan oleh anak-anak untuk lakukan tindak pidana seperti begal atau curanmor untuk meningkatkan keberanian, karena harganya relatif murah. Tapi itu pengakuan dari pelaku ya," kata Joko.

Tim Pemburu Preman Polres Metro Jakarta Barat Amankan Lima Remaja Pelaku Tawuran di Kembangan

Polsek Kembangan Tangkap 2 Pengedar Narkoba Jaringan Lapas

Joko menuturkan alasan para tersangka menyimpan barang haram tersebut di dalam lingkungan sekolah karena dianggap aman.

Terlebih, selain bekerja di tempat itu, orangtua CP dan DL adalah salah satu pejabat penting di sekolah tersebut.

"Karena memang dua tersangka yakni CP dan DL bekerja di sekolah itu makanya dia izin tinggal di sekolah karena merasa lebih aman," kata Joko.

Penulis: Elga Hikari Putra
Editor: Erik Sinaga
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved