Banyak Kasus Gangguan Jiwa Tak Terdeteksi, Puskesmas Cilandak Bantu Redam dengan Aplikasi e-Jiwa

Aplikasi e-Jiwa yang diterapkan sejak Maret 2018 ini mampu membantu warga mengadukan keluhan mengenai masalah gangguan kejiwaannya.

Banyak Kasus Gangguan Jiwa Tak Terdeteksi, Puskesmas Cilandak Bantu Redam dengan Aplikasi e-Jiwa
TribunJakarta.com/Satrio Sarwo Trengginas
Kepala Puskesmas Cilandak Dokter Luigi bersama aplikasi e-Jiwa pada Rabu (16/1/2019). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Satrio Sarwo Trengginas

TRIBUNJAKARTA.COM, CILANDAK - Jumlah orang dengan gangguan kejiwaan (ODGJ) masih terbilang tinggi yang merebak di berbagai wilayah Ibu Kota.

Sebab, warga yang mengalami gangguan jiwa sulit untuk terdeteksi lantaran tak sedikit mereka yang enggan mempersoalkan keluhannya ke Puskesmas.

Bagi sebagian besar masyarakat, stigma buruk terhadap orang dengan gangguan jiwa masih melekat di benak mereka.

Bahkan, tak jarang mereka menilai hidup orang yang mengalami gangguan kejiwaan telah selesai.

Atas permasalahan itu, Kepala Puskesmas Kecamatan Cilandak, Luigi berinisiatif mencetuskan sebuah terobosan baru nan mutakhir bagi pengobatan gangguan jiwa, yakni aplikasi bernama e-Jiwa.

Aplikasi e-Jiwa yang diterapkan sejak Maret 2018 ini mampu membantu warga mengadukan keluhan mengenai masalah gangguan kejiwaannya.

Tampilan aplikasi e-Jiwa yang diluncurkan Puskesmas Cilandak.
Tampilan aplikasi e-Jiwa yang diluncurkan Puskesmas Cilandak. (TribunJakarta.com/Satrio Sarwo Trengginas)

Tim puskesmas yang telah dibentuk kedalam tim KPLDH (Ketuk Pintu Layani dengan Hati) akan blusukan ke lingkungan sekitar.

"Dengan e-Jiwa tim kami turun ke lapangan door to door ke rumah warga. Selain itu, menyisir ke Pos Pembinaan Terpadu (Posbindu) tingkat RW. Kita lakukan screening usia 15 tahun ke atas," ungkapnya kepada TribunJakarta.com pada Rabu (16/1/2019) di Puskesmas Cilandak.

Menurut Luigi, ada tiga tanda warna yang akan mengindikasikan status kejiwaan dari seseorang melalui aplikasi itu.

Halaman
12
Penulis: Satrio Sarwo Trengginas
Editor: Erlina Fury Santika
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved