Sederet Fakta Penangkapan Aris Idol: Kronologi Hingga Izin Cari Kerja

Kepada polisi, Aris Idol mengaku baru pertama kali berpesta miras dan sabu bersama temannya sesama pemakai

Sederet Fakta Penangkapan Aris Idol: Kronologi Hingga Izin Cari Kerja
KOMPAS.com/TRI SUSANTO SETIAWAN
Penyanyi Indonesia Idol musim kelima (2008), Januarisman Runtuwenen (30) alias Aris Idol diabadikan usai menjalani shooting program bincang-bincang Rumpi, di Gedung Trans, Tendean, Jakarta Selatan, Kamis (12/11/2015). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Gerald Leonardo Agustino

TRIBUNJAKARTA.COM, TANJUNG PRIOK - Artis Aris Indonesian Idol ditangkap aparat Polres Pelabuhan Tanjung Priok, Selasa (15/1/2019) lalu setelah kedapatan mengonsumsi narkoba jenis sabu di Apartemen Aston Rasuna, Jakarta Selatan.

Jebolan Indonesian Idol 2008 itu ditangkap di apartemen yang sengaja disewa untuk pesta miras. Selain Aris, empat tersangka lainnya juga diamankan, dengan inisial AS, AY, AM, dan YS.

Kronologi penangkapan

Kasat Resnarkoba Polres Pelabuhan Tanjung Priok, Iptu Edy Suprayitno mengungkapkan, penangkapan berawal ketika polisi terlebih dahulu membekuk seorang pria bernama YW pada tanggal 8 Januari 2019 lalu.

YW diamankan beserta barang bukti 300 butir pil ekstasi.

Usai menginterogasi dirinya, polisi pun mendapatkan informasi terkait peredaran narkoba di Jalan Pedongkelan, Cengkareng, Jakarta Barat.

"Kemudian kita melakukan penyelidikan di wilayah tersebut, lalu kita melihat ada seseorang yang sedang bertransaksi narkoba. Terus kita ikuti, sampai di salah satu apartemen di wilayah Jaksel," kata Edy dalam konferensi pers di Mapolres Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Rabu (16/1/2019).

Edy mengatakan penyelidikan di Apartemen Aston Rasuna dilakukan selama seminggu. Tepat tanggal 15 Januari, polisi pun memutuskan untuk menggerebek serta menggeledah kamar nomor 3009 di apartemen tersebut yang sudah diintai selama sepekan sejak 8 Januari.

"Dari hasil penggeledahan, kita dapatkan barang bukti yang bisa lihat disini yaitu satu paket sabu bekas pakai seberat 0,23 gram dan beberapa alat komunikasi serta bong. Ada juga minuman keras merek Red Label," kata Edy.

Halaman
1234
Penulis: Gerald Leonardo Agustino
Editor: Muhammad Zulfikar
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved