Breaking News:

Beraksi Berdua, Curanmor yang Beroperasi di Jaktim, Depok, Bogor Ini Diringkus di Persembunyian

Di Depok, Hendra setidaknya sudah menggasak sepeda motor Satria FU berpelat B 6271 VIJ dan Honda Beat berpelat B 3776 KWM yang sudah dijualnya.

Penulis: Bima Putra
Editor: Erik Sinaga
Tribunnews
Ilustrasi Curanmor. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Bima Putra

TRIBUNJAKARTA.COM, PANCORAN MAS - Sepak terjang Hendra (23) sebagai pencuri sepeda motor berakhir saat anggota Buser Sukmajaya meringkusnya di tempat persembunyian di kontrakan Pasar Kambing RRI Kelurahan Cisalak, Sukmajaya, Depok, Jawa Barat.

Paur Humas Polresta Depok Ipda I Made mengatakan Hendra beraksi bersama rekannya, Feri yang kini buron sudah tujuh kali mencuri sepeda motor di wilayah Jakarta Timur, Depok, Bogor, dan Tangerang dan selalu berhasil.

"Tersangka beraksi bersama temannya, tapi yang satu masih buron. Dari hasil pemeriksaan penyidik tersangka mengaku sudah tujuh kali mencuri sepeda motor di wilayah Jakarta Timur, Depok, Tangerang, dan Bogor," kata Made saat dihubungi wartawan di Pancoran Mas, Depok, Jumat (18/1/2019).

Di Depok, Hendra setidaknya sudah menggasak sepeda motor Satria FU berpelat B 6271 VIJ dan Honda Beat berpelat B 3776 KWM yang sudah dijualnya.

Sepeda motor hasil curiannya itu dia jual ke satu penadah dengan harga sekitar Rp 1,5 juta hingga Rp 2 juta dan hasilnya dibagi dua dengan Feri untuk kebutuhan sehari-hari.

"Sepeda motor curiannya dijual ke satu penadah seharga Rp 1,5 sampai Rp 2 juta. Uang hasil penjualannya itu dibagi dua. Pengakuannya untuk kebutuhan sehari-hari," ujarnya.

Guna memuluskan aksinya, selain membawa kunci leter Y dan dua buah anak kunci, Hendra menenteng satu parang yang jadi barang bukti kejahatan guna menjerat dia jadi tersangka.

Coba Melarikan Diri, Pelaku Spesialis Curanmor di Kalideres Dihadiahi Timah Panas

Polisi Tangkap Pelaku Curanmor di Tanjung Priok, Begini Modusnya

Parang tersebut lanjut Made, digunakan untuk mengancam korbannya bila ada yang berani melawan saat mereka melakukan aksinya.

"Tersangka membawa parang untuk menakuti korban yang berani melawan. Pengakuan tersangka tidak sampai digunakan untuk melukai korban, tapi penyidik masih mendalami keterangan," tuturnya.

Guna mempertanggungjawabkan perbuatannya, Hendra dijerat pasal 363 ayat 1 KUHP tentang Pencurian dan Pemberatan dengan ancaman hukuman maksimal tujuh tahun penjara. 

Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved