Dishub Segera Terapkan Rekasaya Lalu Lintas di Kawasan Stasiun Bekasi

Manajemen lalu lintas itu dilakukan untuk mengurai kemacetan yang kerap terjadi di sekitar kawasan Stasiun Bekasi.

Dishub Segera Terapkan Rekasaya Lalu Lintas di Kawasan Stasiun Bekasi
TribunJakarta.com/Yusuf Bachtiar
Stasiun Bekasi 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Yusuf Bachtiar

TRIBUNJAKARTA.COM, BEKASI UTARA - Dinas Perhubungan Kota Bekasi akan segera menerapkan manajemen lalu lintas di kawasan Stasiun Bekasi tepatnya di Jalan Perjuangan, pintu keluar masuk penumpang dan kendaraan di Stasiun Bekasi.

Manajemen lalu lintas itu dilakukan untuk mengurai kemacetan yang kerap terjadi di sekitar kawasan Stasiun Bekasi tepatnya yang mengarah ke Wisma Asri Kecamatan Bekasi Utara.

Kepala Bidang Lalu Lintas pada Dinas Perhubungan Kota Bekasi Johan Budi Gunawan mengatakan, manajemen lalu lintas yang diberlakukan saat ini untuk lintasan kendaraan angkutan umum atau angkot.

Angkutan umum atau angkot dari arah Jalan Ir Juanda yang hendak menuju Wisma Asri atau ke utara dialan Raya Perjuangan akan dialihkan melalui ruas Jalan Diklat yaitu akses jalan yang berada di samping stasiun.

"Jadi nanti angkot atau angkutan umum itu mereka kita belokkan, yang selama ini mereka ambil jalan lurus di Jalan Raya Perjuangan dan yang terjadi adalah penumpukan karena angkutan itu sampai 2 baris mengetem di depan stasiun padahal kapasitas jalan perjuangan sangat terbatas dan akibat yang timbul selain kemacetan juga akan menimbulkan kerawanan kecelakaan karena menghambat kendaraan yang akan melintasi rel kereta," kata Johan, Jumat, (18/1/2019).

Setelah dari Jalan Diklat atau samping stasiun, angkutan umum akan diarahkan melalui akses Jalan Lampu Merah Teluk Buyung untuk selanjutnya masuk lagi di Jalan Raya Perjuangan mengarah ke Wiswa Asri Bekasi Timur.

"Untuk penumpang kereta yang ingin melanjutkan perjalanan menggunakan angkutan umum ke arah wisma asri atau utara bisa menunggu di pintu utara stasiun di Jalan Diklat, tidak lagi menunggu di Jalan Perjuangan," jelas dia.

"Karena kami sudah berkoordinasi dengan Pihak Stasiun KA untuk membuka akses pintu penumpang disisi utara dan langsung dimuka angkot yang menunggu penumpang sehingga tidak ada lagi saling menyerobot penumpang dan disisi lain penggunaan jalan perjuangan depan pintu keluar penumpang diharapkan bebas dari angkot yang mengetem," tambahnya.

Peta rekayasa lalu lintas di kawasan Stasiun Bekasi
Peta rekayasa lalu lintas di kawasan Stasiun Bekasi (Dok. Dishub Kota Bekasi)

Kebijakan manajemen lalu lintas ini mengadopsi juga kepentingan transportasi online khususnya ojek online (ojol) dengan penempatan parkir di Jalan Diklat sehingga dapat mengurangi kepadatan ojol di jalan perjuangan.

Adapun kendaraan dari arah Wisma Asri Bekasi Utara yang hendak keluar menuju Jalan Ir Juanda tetap bisa melalui akses Jalan Perjuangan.

"Hanya untuk kendaraan angkutan umum arah Wisma Asri, kendaraan arah sebaliknya tetap bisa melintas seperti biasa dan wajib menyebrang rel ke Jalan Ir Juanda," jelas dia.

Rekayasa lalu lintas ini rencananya baru akan diberlakukan pada 21 Januari 2019 mendatang. Pihaknya juga sejauh ini sudah mempersiapkan rambu penunjang manajemen lalu lintas dan tengah melakukan sosialisasi kepada pengemudi angkot dan angkutan umum online.

"Sebelumnya kan memang di Jalan Perjuangan itu kondisinya setiap jam sibuk mengalami kemacetan, apalagi posisi jalan itu merupakan perlintasan sebidang, dengan kereta api" ucap Johan.

Pada pelaksaannya, Dishub Kota Bekasi akan menerjunkan 50 personil serta dibantu pihak kepolisian untuk melakukan rekayasa lalu lintas dan satpol pp untuk penertiban pk5 yang berdagang disepanjang jalan diklat.

Penulis: Yusuf Bachtiar
Editor: Erlina Fury Santika
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved