Jadi Wadah Nyamuk Berkembang Biak, Wali Kota Jakbar Minta Warga Bersihkan Sampah di Sekitar Rumah 

Rustam Effendi mengimbau masyarakat agar menggencarkan gerakan 3 M yaitu menguras, menutup, dan mengubur untuk mencegah nyamuk berkembangbiak.

Jadi Wadah Nyamuk Berkembang Biak, Wali Kota Jakbar Minta Warga Bersihkan Sampah di Sekitar Rumah 
Tribunnews.com/net
Nyamuk demam berdarah 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Novian Ardiansyah

TRIBUNJAKARTA.COM, KEMBANGAN - Wali Kota Jakarta Barat Rustam Effendi meminta masyarakat agar tidak membiarkan sampah berserakan di sekitar rumah tinggal atau lingkungan.

Terlebih sampah-sampah tersebut berupa botol plastik atau kaleng bekas yang bisa menciptakan genangan air di dalamnya.

Rustam Effendi menjelaskan, sampah-sampah seperti itu bisa menyebabkan penyakit jika dibiarkan. Lantaran genangan air yang tercipta dapat menjadi media untuk perkembangbiakan nyamuk.

"Di tempat-tempat, barang-barang bekas yang ada airnya, kolam yang tidak terpelihara, ban bekas yang ada airnya, kaleng bekas yang ada airnya biasanya di situ nyamuk itu berkembang biak. Karena jentik nyamuk adanya di air," kata Rustam Effendi, Jumat (18/1/2019).

Maka dari itu, Rustam Effendi mengimbau masyarakat agar menggencarkan gerakan 3 M yaitu menguras, menutup, dan mengubur untuk mencegah nyamuk berkembangbiak.

"3 M dengan melibatkan seluruh masyarakat, abatesasi dan foging lokal jika mendesak," ujarnya.

Ia pun berharap, jika semua masyarakat berperan dalam memutus perkembangbiakan nyamuk, nantinya tidak akan ada lagi kasus demam berdarang dengue (DBD) yang timbul.

Jinakkan Sarang Tawon, Petugas Damkar Gunakan Golok dan Penyemprot Nyamuk

"Di tempat-tempat, barang-barang bekas yang ada airnya, kolam yang tidak terpelihara, ban bekas yang ada airnya, kaleng bekas yang ada airnya biasanya di situ nyamuk itu berkembang biak. Karena jentik nyamuk adanya di air," tutur Rustam Effendi.

Untuk menyadarkan masyarakat, kata Rustam Effendi, pihaknya juga akan memasang stiker pertanda ke rumah tinggal yang masih ditemukan jentik nyamuk.

"Itu upaya (penempelan stiker) untuk meningkatkan masyarakat terhadap bahaya DBD, sekaligus mengajak untuk membersihkan tempat-tempat yang menjadi wadah berkembangbiaknya nyamuk Aedes Aegypti, upaya dan langkah penyadaran bukan hukuman," kata Rustam Effendi.

 
Penulis: Novian Ardiansyah
Editor: Wahyu Aji
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved