Sariman, Pekerja yang Tewas Tergiling Mesin Pencacah Plastik Baru Menikah 7 Bulan Lalu

Sariman baru menikah 7 bulan yang lalu. Ia memiliki satu orang anak dari pernikahan sebelumnya.

TribunJakarta.com/Yusuf Bachtiar
Polisi dari Polsek Bantar Gebang saat meninjau lokasi tempat pengolahan limbah plastik PD Laju Mandiri tempat sariman tewas tergiling mesin pencacah plastik. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Yusuf Bachtiar

TRIBUNJAKARTA.COM, BANTAR GEBANG - Sariman (36), warga Blora, Jawa Tengah, tewas mengenaskan tergiling mesin pencacah limbah plastik di tempat ia bekerja di PD Laju Mandiri, Kampung Cisalak, RT02, RW04, Kelurahan Sumurbatu, Kecamatan Bantar Gebang, Kota Bekasi.

Ia merupakan pegawai baru di tempat pengolahan limbah plastik itu. Kapolsek Bantar Gebang, Kompol Siswo mengatakan, pihak keluarga dikabarkan sudah menjemput korban di RSUD Kota Bekasi.

"Pihak keluarga sudah jemput korban dan langsung dibawa ke kampungnya di Blora, karena korban ini baru bekerja di sini belum ada sebulan, dia tinggal mengontrak dekat sini," kata Kompol Siswo, Jumat, (18/1/2019).

Dia menambahkan, berdasarkan pengakuan rekan kerja yang menjadi saksi kejadian, Sariman diketahui baru menikah sekitar tujuh bulan lalu. Adapun peristiwa nahas itu terjadi pada, Kamis, 17 Januari 2019 kemarin, sekitar pukul 10.00 WIB.

"Dan untuk korban juga baru menikah sekitar 7 bulan, istrinya juga sudah datang (mengambil jenazah) bersama keluarga dari korban," ungkapnya.

Sementara itu, Eko warga yang bekerja di samping PD Laju Mandiri mengatakan, korban memang pegawai baru. Sebelumnya, operator mesin penggiling limbah plastik itu biasa dioperasikan pekerja lainnya.

"Dia pegawai baru setahu saya, jadi emang sebelumnya bukan dia yang pegang mesin, ada orang lain yang pegang," ungkap Eko.

Eko sendiri kerap beberapa kali bertemu Sariman, sejauh yang ia kenal, Sariman merupakan pribadi yang baik. Ia diketahui baru memiliki satu orang anak dari pernikahan sebelumnya.

"Iya baru punya anak satu di jawa, orangnya baik, temen-temen kerjanya juga pada kaget pas kejadian, saya dateng kemarin mereka udah pada nangis, kan waktu itu ada dua orang temen kerjanya di bagian nyerokin plastik, ada yang nyuci nah dia emang bagian masukin plastik ke mesin giling," jelas dia.

Sebelumnya, seorang pekerja bernama Sariman tewas tergiling mesin pencacah limbah plastik. Kejadian terjadi pada Kamis, 17 Januari 2019 kemari sekira pukul 10.00 WIB.

Saat kejadian, korban bertugas memasukkan limbah plastik berupa, botol bekas, pipa, dan sejenisnya ke dalam mesin pencacah. Namun, diduga mengantuk, korban terseret ke dalam mesin hingga ikut tercacah.

Rekan kerja yang menjadi saksi kejadian baru mengetahui rekannya mengalami kecelakaan kerja curiga ketika mesin pecacah menglami macet dan mengeluarkan darah, adapun saat ditemukan, sekujur korban masuk ke dalam mesin hingga menyisahkan bagian kaki.

Penulis: Yusuf Bachtiar
Editor: Erlina Fury Santika
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved