Tsunami di Banten
Setelah Diterjang Tsunami, Gubernur Banten Akan Bangun 1.033 Rumah
Wahidin Halim juga meyakinkan para korban dan seluruh masyarakat yang terdampak tsunami di Banten akan didampingi terus oleh Pemprov Banten.
Penulis: Ega Alfreda | Editor: Erlina Fury Santika
Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Ega Alfreda
TRIBUNJAKARTA.COM, PANIMBANG - Gubernur Banten, Wahidin Halim akan bangun 1033 rumah yang rusak akibat tsunami di Kabupaten Pandeglang.
Wahidin mengatakan selain sarana prasarana dan fasilitas sosial, pihaknya juga akan memberikan bantuan untuk perbaikan kantor desa terdampak masing-masing sebesar Rp50 juta rupiah.
"Diantaranya seperti, Desa Panimbang Jaya, Desa Mekarjaya, Desa Gombong, Desa Mekarsari, Desa Citeureup, Desa Tanjungjaya," jelas Wahidin di Kecamatan Panimbang melalui keterangan tertulisnya, Jumat (18/1/2019).
Ia juga meyakinkan para korban dan seluruh masyarakat yang terdampak tsunami di Banten akan didampingi terus oleh Pemprov Banten.
"Kita akan selalu bersama dan kami ikut merasakan apa yang dirasakan oleh saudara saudara sekalian," ujar Gubernur.
Selain itu Gubernur meminta OPD terkait agar segera mendata secara rinci dan menginventarisir kerugian yang dialami oleh masyarakat.
Hal itu guna menghitung jumlah bantuan yang dibutuhkan baik yang mengalami kerusakan ringan, sedang, parah maupun total rusak.
"Jangan ada yang terlewat. Supaya bisa dirinci dan selesai semua," tutur Wahidin.
Gubernur menyampaikan, data terakhir para korban sudah tertangani dan telah kembali ke rumah sebanyak 463 orang.
• Garis Marka Berhenti di Depan Lampu Lalu Lintas Bundaran Pondok Indah, Pengendara Sering Salah Paham
• Wali Kota Jakarta Timur Instruksikan Semua Pihak Sigap Hadapi Musim Hujan
• Sedang Bersihkan Sampah, Petugas UPK Badan Air Pesanggrahan Temukan Buaya Sepanjang 50 Cm
Ia juga menyatakan, Pemprov Banten tengah melakukan perbaikan rumah penduduk yang terkena bencana tsunami baik yang rusak total maupun tidak.
"Ada sebanyak 717 unit untuk yang rusak total dan berat, pembangunannya akan menggunakan dana APBD Pemprov serta dana rekontruksi dari kementerian PUPR, begitu pula untuk perbaikan rumah sedang dan ringan. Kalau Untuk hunian sementara yang tersebar di berbagai wilayah sudah dan sedang dikerjakan oleh Pemerintah Kabupaten Pandeglang," terang Wahidin.
Gubernur juga menjelaskan, bahwa Bantuan kebutuhan bagi korban tsunami tetap akan disalurkan, dan seluruh Posko Bantuan walaupun telah ditutup bersamaan akhir masa darurat bencana.
Bupati Kabupaten Pandeglang Irna Narulita menyampaikan, rumah yang rusak sebanyak 1033, terdiri dari 209 rusak ringan, 115 rusak sedang, rusak berat 162, dan rusak total sebanyak 547.
Selanjutnya, Irna menyampaikan data per 10 Januari 2019, pengungsi korban tsunami saat ini berjumlah 2.645 jiwa dari 33 ribu pengungsi sejak kejadian tsunami.
"Mereka saat ini memang ada yang berdiam di ponpes, peribadatan, dan keluarganya. Mereka sudah tidak sabar, agar huntara segera selesai. 100 unit huntara di Kecamatan Sumur sudah hampir terbangun, selanjutnya akan beralih ke Labuan, kami sudah mengusulkan," jelas Bupati.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jakarta/foto/bank/originals/para-korban-tsunami-di-banten-yang-mengikuti-roadshow-gubernur-banten.jpg)