Pilpres 2019
Ma'ruf Amin: Santri Bisa Jadi Apa Saja, Jadi Kiai, Saudagar, Pejabat
Ia pun ditanya, jika terpilih jadi wakil presiden periode 2019-2014 apa tetap mengenakan sarung.
Laporan Wartawan Tribunnews.com, Dennis Destryawan
TRIBUNJAKARTA.COM, BANDUNG - Calon wakil presiden nomor urut 01 Ma'ruf Amin bercerita mengenai sarung yang akrab dengan kesehariannya.
Ya, sarung bisa dikatakan setia menemani setiap penampilannya.
Sarung kerap dikenakan Ma'ruf Amin setiap beraktivitas sehari-hari.
Disampaikan Ma'ruf saat menghadiri Deklarasi Santri Ngariung (Sarung) dan silahturahmi para ulama se-Jawa Barat di Pondok Pesantren Baitul Arqom Pacet, Kabupaten Bandung, Sabtu (19/1/2019) malam.
Ma'ruf mengaku kerap ditanya kenapa kerap mengenakan sarung di acara-acara resmi yang dihadiri. Ia pun ditanya, jika terpilih jadi wakil presiden periode 2019-2014 apa tetap mengenakan sarung.
"Saya ditanya, Kiai, kalau jadi wakil presiden apa tetap pakai sarung?" tutur Ma'ruf mengawali ceritanya.
• Mulai Besok Tujuh Ruas Tol Trans Jawa Tak Lagi Gratis, Berikut Tarifnya
Di hadapan ribuan santri, ucap Ma'ruf, dirinya akan tetap menggunakan sarung. "Sepanjang tidak dilarang, saya akan terus pakai sarung, sampai kapanpun," kata Ma'ruf.
Ma'ruf mengungkapkan, saat bertemu dengan Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad dan Perdana Menteri Singapura Lee Hsien Loong pun tetap menggunakan sarung. Ia tak ingin menghilangkan jati dirinya sebagai santri dan ulama.
"Santri itu harus punya optimistisme, semangat. Bahwa santri itu bisa jadi apa saja. Bisa jadi Kiai, bisa jadi saudagar, karena banyak saudagar dari santri yang sukses. Bisa jadi pejabat, bisa jadi Bupati, Wakil Bupati, Gubernur," katanya.
Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Cerita Ma'ruf Amin Soal Sarung yang Setia Mewarnai Penampilannya
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jakarta/foto/bank/originals/bima-arya-maruf-amin.jpg)