Politikus PDIP Soroti Pernyataan Prabowo Soal Ketersediaan Beras Nasional

Charles meminta Prabowo agar mengatakan data yang dapat dipertanggung jawabkan

Politikus PDIP Soroti Pernyataan Prabowo Soal Ketersediaan Beras Nasional
TribunJakarta.com/Dionisius Arya Bima Suci
Suasana di Pasar Induk Beras Cipinang, Pisangan Timur, Pulo Gebang, Jakarta Timur terlihat aktivitas perdagangan di pasar ini yang sibuk, Senin (26/2/2018). 

TRIBUNJAKARTA.COM, JAKARTA - Politikus PDI Perjuangan Charles Honoris menyoroti ucapan kandidat calon Presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto terkait ketersediaan beras nasional.

Prabowo, dalam pidato kebangsaan dan Visi Misi Indonesia Menang, di Jakarta, Senin lalu, Prabowo menuding bahwa jumlah cadangan beras nasional hanya mampu bertahan sampai tiga pekan.

Charles menilai, apa yang dilontarkan Prabowo sebagai informasi hoaks.

Menurut Charles, usaha hoaks dengan menggulirkan isu minimnya ketersediaan beras nasional yang dilakukan oleh Prabowo memiliki target untuk meningkatkan elektabilitasnya.

Sayangnya, ucap Charles, taktik hoaks tersebut gagal sebab terbukti berdasarkan survei yang dilakukan oleh banyak lembaga independen dan kredibel, elektabilitas calon Presiden nomor urut 01 Joko Widodo masih tetap tertinggi rata-rata di atas 50 persen.

KPU Tidak Akan Beri Kisi-kisi di Debat Kedua Pilpres 2019

Bahkan Charles menilai, hoaks yang duduga dikemukakan Prabowo bukan hanya menyangkut soal ketersediaan beras nasional saja.

"Ada juga katanya satu selang cuci darah di RSCM dipakai sampai 40 orang, stok BBM menipis, BUMN mau bangkrut, dan lain-lain," ujar Charles, Sabtu (19/1/2019).

Terkait isu jumlah beras yang disampaikan Prabowo, Charles mengatakan, masyarakat saat ini sudah cerdas dan tak mudah terprovokasi.

"Banyak sumber data dari lembaga resmi bisa di cek masyarakat dengan terbuka. Transparan data-data yang ada, termasuk jumlah beras. Jangan buat gaduh," ucap Charles.

Charles meminta Prabowo agar mengatakan data yang dapat dipertanggung jawabkan, apalagi sampai menyangkut urusan pangan.

Sebelumnya, ketika menyampaikan pidato kebangsaan dan Visi Misi Indonesia Menang, di Jakarta, Senin lalu, Prabowo menuding bahwa jumlah cadangan beras nasional hanya mampu bertahan sampai tiga pekan.

Prabowo mengatakan, dengan waktu jumlah ketersediaan pangan seperti itu akan membuat negara tak kuat dan gagal bertahan lama.

Berdasarkan informasi dari Kementerian Pertanian, pada periode Januari sampai Maret 2019 merupakan musim panen padi.

Sehingga dengan begitu akan ada penambahan jumlah beras nasional sebab telah berlangsungnya panen.

Sedangkan data Badan Urusan Logistik, stok beras yang ada sampai Januari 2019 mencapai 2,1 juta ton. Jumlah tersebut diperkirakan mampu memenuhi kebutuhan hingga Mei.

Editor: Muhammad Zulfikar
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved