Rampas HP dan Uang Penumpang Bus, Penodong Bersenjata Tajam Diringkus Polisi

"Kejadiannya selesai shalat Jumat. Pelaku bersama tiga orang temannya menghampiri korban yang sedang duduk," kata Derawan.

Rampas HP dan Uang Penumpang Bus, Penodong Bersenjata Tajam Diringkus Polisi
Tribunnews
Ilustrasi Penodongan. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Gerald Leonardo Agustino

TRIBUNJAKARTA.COM, TANJUNG PRIOK - Satu dari empat orang pelaku penodongan di dalam bus ditangkap anggota Jatanras Satreskrim Polres Metro Jakarta utara, usai melakukan aksinya pada Jumat (18/1/2019) lalu.

Adapun yang berhasil ditangkap yakni seorang pelaku bernama Nadi. Sementara tiga pelaku lainnya yang hingga kini masih dalam pengejaran bernama Andre, Bintang, dan Galung.

Kanit Jatanras Polres Metro Jakarta Utara, AKP Dermawan Zendrato mengatakan aksi keempat pelaku terjadi di dalam bus yang sedang melintas di Jalan Yos Sudarso, tepatnya di depan Kodim 0502 Jakarta Utara.

Saat itu, para pelaku mengincar targetnya seorang pria bernama Indra Lesmana (22), yang sedang duduk di bangku belakang bus Arimbi jurusan Tanjung Priok-Merak.

"Kejadiannya selesai shalat Jumat. Pelaku bersama tiga orang temannya menghampiri korban yang sedang duduk di bangku bus itu," kata Dermawan, Minggu (20/1/2019).

Link Live Streaming dan Sinopsis Sinetron Cinta Suci Minggu 20 Januari 2019

Keempat pelaku pun menghampiri Indra dan menodongkan pisau ke arah korban.

Mereka meminta uang ke korban untuk membeli minuman keras.

"Karena korban memberikan uangnya hanya sedikit, pelaku merampas handphone korban, kemudian turun dari bus," kata Dermawan.

Korban pun meneriaki para pelaku yang langsung keluar dari dalam bus tersebut.

"Si korban melapor dan langsung kita lakukan pengejaran akhirnya pelaku bisa tertangkap. Sementara tiga lainnya masih dalam pengejaran," kata Dermawan.

Dari tangan Nadi, polisi mengamankan barang bukti sebilah pisau dan uang tunai Rp 50 ribu hasil kejahatannya. Sementara itu, handphone curian OPPO A57 milik korban dibawa tersangka Galung.

Akibat perbuatannya, Nadi dijerat pasal 365 KUHP tentang pencurian dengan kekerasan. Dia terancam hukuman 9 tahun penjara.

Penulis: Gerald Leonardo Agustino
Editor: Wahyu Aji
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved