Banjir Rob Ganggu Pemasakan Kerang di Muara Angke

Warga sekitar yang kebanyakan mencari nafkah sebagai nelayan pencari kerang kesulitan karena banjir yang kedalamannya bisa mencapai 80 sentimeter

TribunJakarta/Gerald Leonardo Agustino
Banjir rob di Kampung Nelayan Kerang Muara Angke, Senin (21/1/2019). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Gerald Leonardo Agustino

TRIBUNJAKARTA.COM, PENJARINGAN - Munculnya rob di kawasan Kampung Nelayan atau Kampung Kerang Muara Angke, RT 06/RW 022, Penjaringan, Jakarta Utara, membuat aktivitas warga sekitar terganggu.

Warga sekitar yang kebanyakan mencari nafkah sebagai nelayan pencari kerang kesulitan karena banjir yang kedalamannya bisa mencapai 80 sentimeter.

Kesulitan yang mereka alami terkait dengan proses pemasakan kerang yang baru diangkut dari laut.

Khalil (51), warga yang juga bekerja sebagai nelayan kerang, menyatakan dengan adanya air rob, pemasakan kerang yang biasa dilakukan di lahan kosong mesti ditunda terlebih dahulu.

"Kalo nggak ada rob biasanya kerang datang langsung di masak. Ini kan tanahnya dipakai buat masak di bawah gitu," kata Khalil ketika ditemui, Senin (21/1/2019).

Khalil mengatakan, proses pemasakan kerang akhirnya mesti ditunda sampai siang atau sore, ketika rob surut dan daratan yang terbuat dari kulit kerang mulai kering.

"Pengaruhnya kita mau masak kerang harus menunggu banjir menyurut," katanya.

Banjir Rob Setinggi 80 Cm Genangi Kampung Kerang Muara Angke

Anies Tinjau Lokasi Banjir Rob di Kamal Muara Jakarta Barat

Khalil sudah tinggal di kawasan itu selama 26 tahun terakhir. Menurut dia, banjir rob selalu muncul setiap tahunnya, mulai bulan Oktober-Februari.

"Biasanya pas awal muncul musim angin barat itu bulan-bulan 10, 11, 12. Itu masih nggak bisa diprediksi, palingan sampe Februari nanti," ucapnya.

Penulis: Gerald Leonardo Agustino
Editor: Erik Sinaga
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved