Begini Kesaksian Warga Terhadap Tersangka Kasus Hoaks Ijazah Palsu Jokowi

"Baru tinggal di sini, sekitar tiga bulan, dia juga belum kasi berkas identitas sama lapor RT sini," kata Jayadi.

Begini Kesaksian Warga Terhadap Tersangka Kasus Hoaks Ijazah Palsu Jokowi
TribunJakarta/Yusuf Bachtiar
Jayadi pengurus┬áRT 04 RW02, Kelurahan Bekasi Jaya, Kota Bekasi, kediaman Umar Khalid Harahap tersangka hoax ijazah palsu Jokowi. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Yusuf Bachtiar 

TRIBUNJAKARTA.COM, BEKASI TIMUR - Tidak banyak yang mengetahui sosok Umar Khalid Harahap (28), tersangka kasus penyebar berita bohong atau hoaks tentang ijazah palsu Joko Widodo (Jokowi).

TribunJakarta.com pada, Senin, 21 Januari 2019 mencoba mendatangi kediaman Umar di Jalan KH Mas Masnyur, Kampung Mede, RT 04, RW02, Kelurahan Bekasi Jaya, Kota Bekasi. Namun saat dihampiri kediamanya, tidak ada satupun penghuni rumah yang menanggapi.

Umar tinggal di sebuah komplek kontrakan, warga yang dinggal di dekat kediaman Umar mengatakan, ia tinggal bersama Istri dan satu orang anaknya yang masih balita. 

Tetangga sekitar tidak mengetahui proses penangkapan Umar pada Sabtu, 19 Januari 2019 lalu. Namun tetangga yang tidak ingin disebutkan namanya itu mengaku beberapa waktu lalu ada sejumlah polisi yang menghampiri kediaman Umar. 

"Enggak tahu tapi emang waktu itu ada polisi, semenjak ada kejadian itu emang udah jarang keluar, tapi sehari-hari juga emang nggak terlalu akrab, saya juga baru di sini," ungkap salah satu tetangga. 

Sementara itu, Jayadi pengurus RT04, RW02 mengungkapkan, Umar diketahui baru tinggal di kontrakan tempat tinggalnya baru sekitar tiga bulan lalu. RT setempat juga belum menerima berkas identitas Umar dan keluarganya sebagai warga baru.

"Baru tinggal di sini, sekitar tiga bulan, dia juga belum kasi berkas identitas sama lapor RT sini," kata Jayadi.

Jayadi sendiri mengaku jarang berkomunikasi dengan Umar. Sehingga ketika ditanya terkait keterlibatan politik Umar, ia mengaku tidak tahu secara pasti apakah tersangka kasus hoaks itu merupakan simpatisan partai atau pendukung calon presiden tertentu.

"Tiga bulan tinggal di sini dia gak pernah macem-macem, saya juga jarang komunikasi paling sebulan sekali aja pas minta iuran RT," jelas dia. 

Halaman
12
Penulis: Yusuf Bachtiar
Editor: Erik Sinaga
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved