Kasus Kupon Umrah, Hakim PN Jakarta Selatan Jatuhkan Vonis 3 Bulan Penjara Presenter Mandala Shoji

"Menjatuhkan pidana penjara selama tiga bulan dan denda Rp 5 juta, bila tidak dibayar maka diganti dengan pidana penjara selama satu bulan," ucap haki

TRIBUNJAKARTA.COM/DWI PUTRA KESUMA
Suasana sidang putusan kasus pembagian voucher berhadiah kupon umrah yang melibatkan artis sekaligus caleg PAN Mandala Abadi Shoji di PN Jakarta Selatan, Senin (21/1/2019). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Dwi Putra Kesuma

TRIBUNJAKARTA.COM, PASAR MINGGU - Presenter Mandala Abadi Shoji alias Mandala Shoji, dijatuhkan vonis tiga bulan kurungan penjara atas kasus pembagian voucher berhadiah umrah pada warga saat berkampanye.

Calon legislatif dari Partai Amanat Nasional (PAN) ini, juga terlibat kasus yang sama dan juga divonis tiga bulan kurungan penjara di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat pada Desember 2018 silam.

Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Joni dalam persidangan menuturkan, Mandala terbukti bersalah secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana, dan melanggar peraturan pemilu.

Oleh sebab itu, Majelis Hakim menilai Mandala telah menciderai asas pemilu yang adil, yang tertuang dalam poin pemberatannya.

"Menjatuhkan pidana penjara selama tiga bulan dan denda Rp 5 juta, bila tidak dibayar maka diganti dengan pidana penjara selama satu bulan," ucap Hakim Joni di Ruang Sidang I Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Pasar Minggu, Senin (21/1/2019).

Lama Tak Terdengar, Mandala Shoji Dituntut 6 Bulan Penjara, Diduga Bagikan Kupon Umrah Saat Kampanye

Joni juga menuturkan, selama persidangan pihaknya tidak menemukan hal-hal yang dapat menghapus tuntutan dari Jaksa Penuntut Umum (JPU) terhadap terdakwa.

Namun, poin yang meringankan terdakwa adalah Mandala bersikap sopan selama persidangan, hingga akhirnya ia pun divonis lebih ringan dari tuntutan awalnya enam bulan penjara.

Menanggapi vonis kliennya, Muhammad Zulkarnain Kuasa Hukum Mandala membeberkan bahwa kliennya telah dizalimi, dan akan mengajukan banding.

"Kami keberatan, ini jelas suatu rekayasa. Kami akan mengajukan banding," ucap Zulkarnain dijumpai awak media usai persidangan.

Penulis: Dwi putra kesuma
Editor: Wahyu Aji
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved