Pemakaman Balita 1,5 Tahun Tewas Dibunuh Ibunya Diselimuti Jerit Tangis, Hingga Tante Pingsan

Ia pun harus dibopong oleh beberapa pria untuk dapat keluar dari pemakaman karena tak sadarkan diri setelah menangis histeris.

Pemakaman Balita 1,5 Tahun Tewas Dibunuh Ibunya Diselimuti Jerit Tangis, Hingga Tante Pingsan
TRIBUNJAKARTA.COM/EGA ALFREDA
Kapolsek Jatiuwung, Kompol Eliantoro saat mengantarkan jenazah Quina Latisa Ramadhani di tempat pemakaman umum Kampung Gebang, Kelurahan Sangiang Jaya, Kecamatan Jatiuwung, Kota Tangerang, Senin (21/1/2019). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Ega Alfreda

TRIBUNJAKARTA.COM, JATIUWUNG - Pemakaman Quina Latisa Ramadhani, balita 1,5 tahun yang tewas di tangan ibu kandungnya sendiri diwarnai jerit tangis oleh keluarga asuhnya.

 Quina Latisa Ramadhani balita berjenis kelamin perempuan itu sebelumnya menghembuskan nafas terakhirnya setelah menerima penyiksaan dari Rosita (28) yang notabenenya adalah ibu kandungnya sendiri.

Balita yang masih berumur 1,5 bulan itu dimakamkan di tempat pemakaman umum Kampung Gebang, Kelurahan Sangiang Jaya, Kecamatan Jatiuwung, Kota Tangerang, Senin (21/1/2019).

Jenazah dimakamkan bersama keluarga angkat dikawal oleh Kepolisian Sektor Jatiuwung beserta Kecamatan Periuk sekira pukul 15.00 WIB.

Dari pantauan TribunJakarta.com di lokasi, usai penguburan Quina Latisa Ramadhani, keluarga asuh tampak tak kuasa menahan kesedihan yang meluap.

Mengetahui anak asuhnya tewas dalam cara yang tak wajar, Mulyadi pun tak kuasa berdiri dan kerap kali terjatuh.

Ia pun harus dibantu oleh warga dan keluarganya untuk dapat berjalan meninggalkan pemakaman sambil tertatih tatih dan menangis.

"Ya Allah, Astaghfirullah nak," ucap Mulyadi berkali-kali sambil terisak-isak menatap Quina tertumpuk tanah.

Mulyadi sendiri merupakan orang tua asuh dari Quina Latisa Ramadhani dan merawatnya secara suka rela selama setahun lebih.

Suasana pemakaman Quina Latisa Ramadhani yang diselimuti oleh isak tangis histeris dan pingsan saat pemakaman, Senin (21/1/2019).
Suasana pemakaman Quina Latisa Ramadhani yang diselimuti oleh isak tangis histeris dan pingsan saat pemakaman, Senin (21/1/2019). (TRIBUNJAKARTA.COM/EGA ALFREDA)

Sebab, merasa iba karena melihat Quina Latisa Ramadhani dirawat oleh Rosita yang mengalami kesulitan dalam segi ekonomi.

Tak hanya Mulyadi, anak kandungnya pun hingga pingsan tak berdaya setelah beberapa saat meninggalkan makam Quina.

Ia pun harus dibopong oleh beberapa pria untuk dapat keluar dari pemakaman karena tak sadarkan diri setelah menangis histeris.

Sebelumnya, pada Jumat (18/1/2019) Quina dinyatakan meninggal dunia di Klinik Bunda Sejati, Jatiuwung, Kota Tangerang setelah menerima beberapa luka lebam.

Sebab, balita malang tersebut kerap kali menerima bogem dan siksaan dari ibu kandungnya sendiri, Rosita (28).

Penulis: Ega Alfreda
Editor: Wahyu Aji
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved