Breaking News:

Pentaan PKL Pasar Baru Bekasi, Wakil Wali Kota Minta Kesadaran Pedagang

"Yang paling utama itu menurut saya, balik lagi, kalau sudah masuk ada kendala itu baru kami perbaiki," kata Tri.

Penulis: Yusuf Bachtiar | Editor: Wahyu Aji
TRIBUNJAKARTA.COM/YUSUF BACHTIAR
Wakil Wali Kota Bekasi Tri Adhianto di Kantor Pemkot Bekasi Jalan Jenderal Ahmad Yani, Kota Bekasi. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Yusuf Bachtiar

TRIBUNJAKARTA.COM, BEKASI SELATAN - Wakil Wali Kota Bekasi Tri Adhianto meminta kepada Perdagang Kaki Lima (PKL) di Kawasan Pasar Baru Bekasi kesadaran untuk sama-sama menjalankan peraruran yang berlaku.

"Ada petugas mereka (PKL) hilang, enggak ada petugas muncul lagi, saya kira terus dibangun kesadaran dan harus sama sama hidup sehat, pemerintah akan berupaya," kata Tri di Kantor Pemkot Bekasi, Senin, (21/1/2019).

Tri mengakui bahwa sejauh ini masih banyak persoalan yang menjadi kendala PKL enggan direlokasi ke Blok II Pasar Baru Bekasi. Tapi menurut dia, hal itu seharusnya bisa disikapi bersama, pihak pengelola pasar dan pedagang harus bekerja sama.

"Yang paling utama itu menurut saya, balik lagi, kalau sudah masuk ada kendala itu baru kami perbaiki, jangan masuk dengan kondisi orang pengennya bagus dulu," kata Tri Adhianto.

Pengelola Pasar Baru Bekasi Terancam Pemutusan Kontrak Jika Tidak Mampu Menata PKL`

"Jadi ayo masukin dulu, nanti setelah itu baru dicari apa kendala dan apa yang perlu dipersiapkan, baru nanti ada nilai dorong kepada pihak pengelola apa yang menjadi tuntutan," tambahnya.

Untuk pedagang kata dia, jangan melulu ingin berjualan di lokasi yang paling depan atau dekat ke jalan. Pola pikir itu harus dirubah karena petuntukan jalan bukan sebagai tempat berjualan.

"Ya ini kan perubahan perilaku, harus ada satu ketegasan dari kita semua bahwa itu dilarang, karena orang tetep pengen dulu-duluan padahal rejeki udah ada yang ngatur," jelas dia.

PKL Pasar Baru Bekasi Sebut Tempat Relokasi Kumuh

Pol PP Kota Bekasi bersama Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagperin) sejak Selasa, 15 Januari 2019 lalu telah melakukan penertiban PKL Pasar Baru yang biasa berjualan di Jalan Mohammad Yamin samping pasar.

PKL yang biasa berjualan di pinggir jalan direlokasi ke dalan pasar dan disediakan tempat relokasi di Blom II Pasar Baru Bekasi. Namun belakangan, PKL mengeluh lantaran kondisi tempat relokasi dinilai kumuh dan sempit.

Bahkan beberapa hari setelah penertiban, sejumlah PKL masih nampak membandel dengan kembali membuka lapak di Jalan Mohammad Yamin. Untuk itu, Pol PP bersama dinas terkait dan pengelola Pasar Baru Bekasi terus melakukan negosiasi agar PKL mau direlokasi.

Tri meminta PKL tersebut mau bekerja sama, ia menegaskan jika berkaitan dengan peraturan daerah (perda), ada koridor hukum yang harus dijalankan.

"Sepanjang memang sesuai ketentuan ya lakukan sesuai hukum yang ada, sementara kekuatan yang ada kan ada tindak pidana ringan diambil barangnya dan di denda," ujarnya.

Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved