Rekayasa Lalu Lintas di Kawasan Stasiun Bekasi, Dishub Akan Kenakan Sanksi Tilang

Rekayasa lalu lintas dilakukan untuk mengurai kemacetan yang kerap terjadi di sekitar kawasan Stasiun Bekasi

Rekayasa Lalu Lintas di Kawasan Stasiun Bekasi, Dishub Akan Kenakan Sanksi Tilang
TRIBUNJAKARTA.COM/YUSUF BACHTIAR
Petugas Dishub saat mengatur lalu lintas di kawasan Stasiun Bekasi Jalan Perjuangan hari pertama penerapan rekayasan lalu lintas di jalan tersebut, Senin, (21/1/2019). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Yusuf Bachtiar

TRIBUNJAKARTA.COM, BEKASI UTARA - Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bekasi akan berlakukan sanksi tilang untuk kendaraan umum angkot atau ojek onlie (ojol) yang melanggar rambu rekayasa lalu lintas di kawasan Stasiun Bekasi.

Kepala Seksi Pengendalian Operasional (Dalops) Dishub Kota Bekasi Bambang N Putra mengatakan, sejauh ini pihaknya masih berlakukan sosialisasi selama satu minggu kedepan.

"Petugas lapangan kami himbau terus ke angkot dan ojol, nanti setelag penerapan 1 minggu klo masih ada yang bandel nanti akan di tilang," kata Bambang.

Rekayasa lalu di kawasan Stasiun Bekasi baru hari ini diterapkan, Senin, 21 Januari 2019. Dishub menerjunkan 30 personil dibantu 14 personil dari Lantas Polres Metro Bekasi Kota dan personil Pol PP.

"Petugas hari ini terus melakukan sosialisasi kepada angkot atau ojol yang masih ngetem atau menurunkan penumpang di Jalan Raya Perjuangan," jelas dia.

Dalam rekayasa lalu lintas ini, pihaknya membuka akses Jalan Diklat samping Stasiun Bekasi untuk lajur khusus angkutan umum atau angkot dan transportasi online atau ojol.

Angkot dan ojol diarahkan melalui Jalan Diklat, lalu penumpang KRL yang hendak melanjutkan perjalanan menggunakan angkot atau ojol dapat menunggu jemputan di akses jalan tersebut.

"Penumpang KRL setelah dari kereta dia tidak lagi menunggu angkot atau ojol (ojek online) di Jalan Raya Perjuangan, mereka bisa langsung menunggu di Jalan Diklat, pintu akses ke jalan itu juga sudah dibuka kita sudah berkordinasi dengan PT KAI dalam hal ini Kepala Stasiun Bekasi," kata Bambang.

Setelah dari Jalan Diklat atau samping stasiun, angkot akan diarahkan melalui akses Jalan Lampu Merah Teluk Buyung untuk selanjutnya masuk lagi di Jalan Raya Perjuangan mengarah ke Wisma Asri Bekasi Utara.

Ketua Bawaslu Jakarta Timur Sebut Banyak APK Dipasang di Kawasan Terlarang

Rekayasa lalu lintas dilakukan untuk mengurai kemacetan yang kerap terjadi di sekitar kawasan Stasiun Bekasi tepatnya di pintu utara Jalan Raya Perjuangan mengarah ke Wisma Asri Bekasi Utara.

Di jalan tersebut, penumpukan angkutan umum dan transportasi online kerap terjadi hingga menimpulkan kemacetan. Penumpukan terjadi ketikan angkutan menunggu penumpang yang turun dari KRL.

Selain itu, di Jalan Raya Perjuangan juga terdapat perlintasan sebidang kereta api, ketika kemacetan terjadi, resiko kecelakaan kereta rawan terjadi ketika kondisi lalu lintas macet.

Sedangkan untuk kendaraan dari arah Wisma Asri menuju Stasiun Bekasi masih dapat melalui akses Jalan Raya Perjuangan. Artinya, rekayasa lalu lintas ini menjadikan Jalan Raya Perjuangan menjadi satu arah.

Penulis: Yusuf Bachtiar
Editor: Muhammad Zulfikar
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved