Ahok Bebas

Ahok Bebas Murni dan Bisa Langsung Pergi ke Luar Negeri, Ade Sukmanto: Silahkan Saja, Sudah Haknya

Mantan Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dipastikan bebas dari masa hukuman pada Kamis (24/1/2019).

Kompas.com/Kurnia Sari Aziza
Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok bersama Direktur Utama PT Transjakarta Budi Kaliwono saat naik bus transjakarta dari Pantai Mutiara ke Balai Kota DKI Jakarta, Jumat (2/9/2016). Ahok menggunakan transjakarta dengan spesifikasi baru. 

TRIBUNJAKARTA.COM, JAKARTA - Mantan Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dipastikan bebas dari masa hukuman pada Kamis (24/1/2019).

Lusa, Ahok akan bebas murni setelah menjalani hukuman penjara karena kasus penodaan agama.

"Ahok bebas murni," kata Kepala Bagian Humas Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjen PAS) Kementerian Hukum dan HAM, Ade Sukmanto, saat saat dikonfirmasi, Senin (21/1/2019).

Ade menjelaskan, karena bebas murni dan bukan narapidana yang mendapat Pembebasan Bersyarat, maka Ahok tidak berkewajiban melakukan wajib lapor ke Badan Pemasyarakatan (Bapas) Kemenkumham.

Oleh karena itu, Ahok dapat melakukan aktivitas sebagaimana warga biasa, termasuk bepergian ke luar negeri.

"Silahkan saja, sudah haknya," imbuhnya.

Perjalanan kasus yang membawa Ahok ke penjara saat menjabat Gubernur DKI Jakarta sempat menjadi perhatian publik di dalam dan luar negeri.

Sejumlah orang di beberapa daerah mempolisikan Ahok selaku Gubernur DKI atas pernyataannya tentang Surat Al-Maidah 51 saat berkunjung ke Pulau Pramuka, Kepulauan Seribu, DKI Jakarta, pada 27 September 2016.

Ada beberapa kali gelombang unjuk rasa massa umat muslim atau dikenal Aksi Bela Islam digelar di Jakarta sebagai reaksi atas pernyataan Ahok yang dianggap menistakan agama.

Satu di antaranya adalah pada 2 Desember 2016 atau dikenal Aksi 212.

Setelah melakukan gelar perkara dengan menghadirkan beberapa saksi pelapor dan ahli, termasuk Imam Besar FPI Habib Rizieq Shihab di Mabes Polri, akhirnya penyidik meningkatkan pelaporan kasus terkait Ahok ke penyidikan pada 16 November 2016.

Dan keesekan harinya, penyidik menetapkan orang nomor 1 DKI Jakarta itu sebagai tersangka penodaan agama.

Pada 9 Mei 2017 dengan bertempat di aduitorium Kementerian Pertanian di Ragunan Jakarta Selatan, majelis hakim Pengadilan Negeri Jakarta Utara menjatuhkan hukuman dua tahun penjara kepada Ahok.

Ahok dinyatakan terbukti bersalah melakukan penodaan agama.

Jaksa langsung mengeksekusi putusan tersebut dengan membawa Ahok ke Lembaga Pemasyarakatan Cipinang Jakarta Timur.

Namun, karena adanya kelompok massa pendukung dan faktor keamanan di dalam lapas tersebut, akhirnya Ahok dipindahkan dan dititipkan ke Rumah Tahanan Markas Korp Brimob di Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat, untuk menjalani hukuman.

Selama menjalani hukuman, Ahok mendapatkan hak pengurangan masa hukuman atau remisi selama 3 bulan dan 15 hari saat Hari Raya Natal dan Hari Kemerdekaan RI.

Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok meluncurkan buku bejudul Kebijakan Ahok.
Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok meluncurkan buku bejudul Kebijakan Ahok. (Kolase Twitter @basuki_btp)

Kabar Nikah Lagi

Mantan Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (BTP) atau Ahok akan menghirup udara bebas pada Kamis, 24 Januari 2019.

Kabar yang berhembus, Ahok atau BTP akan melangsungkan pernikahan pada 15 Februari 2019.

Ahok dikabarkan akan menikah dengan seorang polwan berpangkat Bripda berinisial P.

Dijutip dari Tribunnews.com, kabar rencana pernikahan Ahok diungkap oleh Ketua DPRD DKI Jakarta, Prasetyo Edi Marsudi.

Edi mendengar curhatan Ahok saat mengunjungi mantan Bupati Belitung Timur itu di Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok, beberapa pekan lalu.

"Saya lihat kondisinya sehat. Dan dia juga banyak rencana-rencana untuk bagaimana nanti setelah dia ke luar. Karena dia berpikiran tanggal 15 Februari dia akan melangsungkan pernikahan dengan calonnya," ujar Prasetio saat dikonfirmasi wartawan, Jumat (18/1/2019).

Kabar yang berhembus, Ahok telah melamar Polwan berinisial 'P' untuk menjadi istrinya saat berbincang di Mako Brimob.

Tidak hanya menyampaikan tanggal pernikahan Ahok, Edi juga mengungkap dalam pernikahan Ahok nanti, dirinya bakal menjadi saksi pernikahan.

"Saya yang jadi saksinya. (Lokasi) Di Jakarta pokoknya deh," ungkap Edi seperti dikutip dari TribunJakarta.

Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok (TRIBUN/WAHYU AJI)
Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok (TRIBUN/WAHYU AJI) (TRIBUN/WAHYU AJI)

Diduga kuat, Bripda P merupakan mantan ajudan dari mantan istri Ahok, Veronica Tan.

Sementara itu di tempat tugas Bripda P, di Gedung Pelayanan Markas (Yanma) Mabes Polri, sejumlah rekannya bahkan mengaku tidak mengetahui soal hubungan ataupun kedekatan Bripda Puput dan Ahok, termasuk soal kabar recana pernikahan keduanya.

"Ah dia mah jarang cerita-cerita soal begitu. Selama ini sih, kalau ngobrol biasa saja. Kita juga jarang sih cerita-cerita begitu," ucap seorang Polwan yang berada di lingkungan kantor Mabes Polri.

Bripda P sendiri tak banyak bicara saat dikonfirmasi oleh wartawan soal rencana pernikahannya dengan Ahok, di rumahnya di kawasan Cimanggis, Kota Depok, pada Jumat malam kemarin.

Bripda P hanya menyampaikan meminta doa yang terbaik.

"Doain saja yang terbaik ya," ucap Puput.

Bripda P yang tiba dengan mengenakan pakaian warna hitam dan menggandeng tas kecil, langsung berjalan masuk ke dalam rumah setelah pernyataannya itu.

Pihak orangtua juga belum mengetahui banyak soal rencana Ahok yang akan menikahi anak tercinta mereka.

Bripda PND, sosok wanita yang disebut akan dinikahi Ahok setelah bebas.
Bripda PND, sosok wanita yang disebut akan dinikahi Ahok setelah bebas. (Facebook/Budz Kay)

Sebab, Bripda P sendiri belum pernah membicarkan hal itu kepada keluarga.

"Belum ada. Saya juga belum tahu. Mungkin nanti kalau sudah siap, Puput akan berbicara. Ditunggu saja," ujar ayahanda Puput, Aiptu TS.

Sementara itu, Adik Ahok, Fifi Letty mengaku heran dengan kabar pernikahan kakaknya itu.

Di akun Instagram-nya, Fifi Letty mengutarakan keheranannya atas kabar Ahok akan menikah tanggal 15 Februari 2019.

Sebab, ia dan pihak keluarga sama sekalai tak mengetahui rencana pernikahan itu.

 

Fifi Letty juga meminta kepada orang-orang untuk menanyakan kepada Prasetyo Edi Marsudi terkait kebenaran kabar tersebut.

"Terus terang aneh juga Kok Kita keluarga Engak tahu ya ada acara kawinan Tgl 15/2? Kalau ada acara Atau kegiatan apapun Di keluarga kami pada tgl 15/2, Harusnya kami keluarga tahu ya? Jadi Silakan tanya Pak Prass aja kenapa begitu ?"

Selain itu, ia juga menjawab soal rumor Ahok pindah agama.

Fifi Letty menegaskan kalau Ahok tidak pindah agama.

"Demikian juga soal #ahok pindah agama Perlu kami tegaskan tidak ada itu. Apapun Yg terjadi tetap tidak akan pindah agama. jadi ingat lagu ini #ihavedecidedtofollowjesus"

Penjelasan Adik Ahok, Fifi Letty soal kabar kakaknya menikah usai bebas
Penjelasan Adik Ahok, Fifi Letty soal kabar kakaknya menikah usai bebas (Instagram @fifiletytjahahapurnama)

Ahok bersyukur Dipenjara

Mantan Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok menulis surat tertulis jelang kebebasannya pada Kamis, 24 Januari 2019.

Surat itu diunggah oleh akun Twitter Ahok oleh tim-nya.

Dalam suratnya itu, Ahok mengumumkan kepada para pendukungnya soal hari kebebasannya.

Disamping itu, Ahok juga sudah mendapat kabar bahwa para pendukungnya, Ahokers akan menyambutnya saat bebas.

Ahok pun meminta kepada para Ahokers untuk tidak melakukan penyambutan atau menginap di Kawasan Mako Brimob Kelapa Dua karena akan membuat kemacetan.

Disamping itu, Ahok juga bercerita bahwa dirinya bersyukur bisa menghabiskan waktu di balik jeruji besi Mako Brimob karena banyak perubahan positif yang ia alami.

Bahkan bila waktu bisa diulang, Ahok tetap memilih ingin dipenjara ketimbang terpilih lagi menjadi Gubernur DKI Jakarta dalam Pilkada 2017 lalu.

Berikut surat lengkapnya :

terimakasih atas doa serta dukungannya selama ini untuk saya,

Tidak pernah dalam oengalaman hidup saya, bisa menerima begitu banyak pemberian dari makanan, buah-buaham pakaian, buky-buku dan lain-lain dari saudara-saudara.

Sayam erasa begitu dikasihi dan kasih yang saudara berikan kepada saya lebih baik daripada emas dan perak maupun dibandingkan kekayaan yangbesar

saya mendengar ada yang mau menyambut hari kebebasan saya di mako brimob. Bahkan ada yang mau menginap di depan Mako Brimob.

Saya bebas tanggal 24 Januari 2019, adalah hari Kamis.

Hari orang-orang bekerja, jalanan di depan Mako Brimob dan depan Lapas cipinang adalah satu-satunya jalan utama bagi saudara-saudara kira yang mau mencari nafkah.

Saya sarankan demi untuk kebaikan dan ketertiban umum bersama dan untuk menolong saya, sebaiknya saudara-saudara tidak melakukan penyambutan apalagi menginap.

Saya sangat bersyukur kepada Tuhan, Allah pencipta langit dan bumi, bahwa saya diijinkan untik ditahan di Mako Brimob. Saya bersyukur diizinkan tidak terpilih Pilkada DKI 2017,

Jika saya terlipih lagi di Pilkada tersebut, saya hanyalah seorang laki-laki yang menguasai Balai Kota saja.

Tetapi saya disini belajar menguasai diri seumur hidup saya.

Kuassai Balai Kota hanya untuk 5 tahun lagi, saya jika ditanya jika waktu bisa diputar kembali, mau pilih yang mana? Saya akan katakan saya memilih ditahan di Mako untuk belajar 2 tahun ( liburan emisi 3,5 bulan), untuk bisa menguasai diri seumur hidupku.

Jika terpilih lagi, aku akan semakin arogan dan kasar dan semakin menyakiti hati banyak orang.

Pada kesempatan ini saya juga mau sampakan kepada Ahokers, para PNS DKI, para pembenciku sekalipun, aku mau sampaikan mohon maaf atas segala tutur kata, sikap, perbuatan yang sengaja maupun tidak disengaja menyakiti hati dan perasaan saudara dan anggota keluarganya.

Saya mohon maaf dan saya keluar dari sini dengan harapan panggil saya BTP, bukan Ahok.

Pemilou dan Pilpres 2019 akan dilangsungkan tanggal 17 April 2019.
Saya mengimbau seluruh Ahokers jangan ada yang Golput. Kita perlu menegakkan 4 pilar bernegara kita.

Yakni Pancasila, UUD 1945, Bhineka Tunggal Ika dan NKRI dan cara mewakili partai politik yang mau menegakkan 4 pilar diatas di seluruh Indonesia.

Kita harus mendukung agar DPR RI, DPRD maupun DPD RI memiliki jumlah kursi yang mencapai diatas 30 persen untuk partai yang teruji dan berkomitmen pada Pancasila.

 

Saya ingin mengutip Pidato Presiden Soekarno yang saya kutip dari buku Revolusi Belum selesai. kumpulan pidato Presiden Soekarno 30 September 1965, Pelengkap Nawaksara (10 Januari 1967), Penyunting Budi Setiyono dan Bonnie Triyanam terbitan Seramgi.

kode Ahok Show
kode Ahok Show (Instagram Ahok/Capture Youtube)

 

Menjadi tanduk daripada banteng Indonesia, yang telah kita dirikan pada tanggal 17 Agustus 1945, engkau adalah penegak daripada Pancasila dan setelah kepada pancasila itu, pegang teguh kepada Pancasila. Bela Pancasila.

Itu sebagaimana aku pun berpegang kepada Pancasila, membela Pancasila, bahkan sebagaimana kukatakan lagi tadi, Saudara-saudara, laksana panggilan yang aku dapat daripada alasan untuk memegang teguh kepada Pancasila ini.

Majulah demi kebenaran, perikemanusiaan dan keadilan.

Ingatlah sejarah dan tujuan Proklamator dirikan negeri ini.

MERDEKA !

Salam dari Mako Brimob.

Basuki Tjahaja Purnama

(tribun network/gle/coz)

Editor: ade mayasanto
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved