Abu Bakar Baasyir Bebas

Anak Abu Bakar Baasyir Anggap Wajar Jokowi Bebaskan Ayahnya, Tamu yang Datang Ditentukan Keluarga

Abdul Rochim Ba'asyir malah meminta ayahnya segera dibebaskan dan bisa berkumpul bersama keluarga di Solo. Tamu tak bisa bebas bertemu dengan Baasyir.

Anak Abu Bakar Baasyir Anggap Wajar Jokowi Bebaskan Ayahnya, Tamu yang Datang Ditentukan Keluarga
TribunJakarta.com/ Bima Putra
Abu Bakar Baasyir saat keluar dari RSCM Kencana dengan menggunakan kursi roda, Kamis (1/2/2018). TRIBUNJAKARTA.COM/BIMA PUTRA. 

Pengamat Terorisme dari The Community of Ideological Islamic Analyst (CIIA), Harits Abu Ulya menjelaskan, sudah tidak ada lagi urgensinya menjaga Pondok Pesantren Ngruki Sukoharjo, tempat tinggal Ba'asyir.

Beberapa alasannya adalah, Ba'asyir akan lebih banyak menghabiskan masa tuanya bersama keluarga. Artinya, potensi untuk penyebaran dakwah sudah sangat minim.

"Apalagi, saya dalam posisi yang menganggap Ustaz Abu adalah korban dari orang-orang ISIS yang ada di Indonesia. Sehingga, saya rasa tidak perlu ada penjagaan di rumah ustaz. Itu bisa jadi pelanggaran HAM," tukasnya.

Alasan lain, Ba'asyir sudah tidak lagi memiliki pengikut yang beraliran radikal.

Dia juga tidak memiliki pengaruh apapun di organisasi Jamaah Anshorut Daulah (JAD), karena organisasi tersebut sudah bubar.

Sedangkan pengikut Majelis Mujahidin Indonesia juga telah berpaling ke pimpinan lain selain Ba'asyir.

"Sudah ditinggalkan juga pengikutnya dia. Jadi, ustaz tidak memiliki pengaruh apa-apa lagi," jelasnya.

Karo Penmas Divisi Humas Polri, Brigjen Dedi Prasetyo, mengungkapkan pihaknya akan memonitoring jelang pembebasan tanpa syarat Ba'asyir.

"Kepolisian akan melakukan monitoring. Kalau yang bersangkutan atau beliau ABB kembali ke Solo tugasnya Polresta Solo sama Polda Jateng," ujar Dedi di Mabes Polri.

Meski begitu, Dedi mengaku belum mendapatkan informasi pasti mengenai pembebasan Ba'asyir.

Terkait dengan pembebasan Ba'asyir, Polri telah mempersiapkan pemantauan terhadap sel tidur gerakan terorisme.

Proses penangkalan telah dilakukan oleh Polda-Polda di tiap daerah.

"Sel tidur yang ada di tiap Polda sudah dilakukan mapping, profiling, monitoring, oleh Satgas Anti Teror yang ada di Polda Polda. Tim itu terus bergerak," jelas Dedi.

Saat ini tugas pemantauan sel-sel yang berpotensi melakukan teror lebih efektif setelah adanya Undang-Undang Nomor 5 tahun 2018 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme.

Pembebasan Ba'asyir dilakukan pekan ini sambil menunggu proses administrasi di lapas.

Ba'asyir minta waktu setidaknya tiga hari untuk membereskan barang-barangnya yang ada di sel penjara.

Ba'asyir divonis selama 15 tahun dan telah menjalani hukuman sekitar 9 tahun.

Di tengah menjalani hukuman Ba'asyir itu, ia diketahui pula sempat menderita penyakit pembengkakan kaki, pada akhir 2017 silam. (Tribunnews.com/Amriyono)

Editor: Y Gustaman
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved