Cerita Nova Arianto Dari Terpilih Jadi Asisten Pelatih Timnas U-22 Hingga Dipercaya Indra Sjafri

Nova dipilih sebagai asisten pelatih bersama dengan Yunan Helmi, sedangkan Hendro Kartiko bertugas sebagai pelatih kiper.

Cerita Nova Arianto Dari Terpilih Jadi Asisten Pelatih Timnas U-22 Hingga Dipercaya Indra Sjafri
Tribun Jateng/M Alfi
Nova Arianto pelatih BFC U-21 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Abdul Majid

TRIBUNJAKARTA.COM - Akhir tahun 2018, PSSI menunjuk Indra Sjafri sebagai pelatih Timnas U-22 yang sebelumnya dipegang Luis Milla.

Dipilihnya Indra Sjafri diharapkan bisa membawa Timnas U-22 meraih prestasi pada beberapa kejuaraan di tahun 2019 ini, diantaranya Piala AFF U-22, Kualifikasi Piala Asia dan SEA Games.

Setelah terpilih, Indra Sjafri langsung membentuk tim kepelatihan yang salah satunya terdapat nama mantan pemain Timnas Indonesia, Nova Arianto.

Nova dipilih sebagai asisten pelatih bersama dengan Yunan Helmi, sedangkan Hendro Kartiko bertugas sebagai pelatih kiper.

Nova Arianto pun mengaku sangat bangga dan terkejut setelah dirinya dipilih Indra Sjafri. Ia pun menceritakan kepada Tribunnews awal mula dirinya terpilih menjadi asisten pelatih Timnas U-22.

“Ya, itu dua minggu sebelum konferensi pers penentuan ofisial pelatih, coach Indra Sjafri menelepon saya. Waktu itu, ya perasaan saya tidak menyangka bisa di telepon dan dipanggil Indra Sjafri. Apalagi dulu pemain dan sekarang jadi asisten pelatih (Timnas),” cerita Nova.

Rasa bangga Nova ketika terpilih menjadi asiten pelatih Timnas U-22 itu karena setelah memutuskan pensiun sebagai pesepakbola ia fokus menimba ilmu untuk menjadi pelatih.

Hal itu ia lakukan sangat cinta dengan sepakbola dan ingin memberikan ilmu dan pengalaman yang telah ia dapatkan kepada para pesepakbola muda Indonesia.

“Dari awal saya memang suka dan cinta sepak bola, jadi setelah pensiun jadi pemain sepakbola saya ingin dedikasikan ilmu yang saya dapat kepada pemain-pemain muda Indonesia,” ujarnya

Kini, dua pekan lebih Nova menemani Indra Sjafri dalam memilih pemain dan menerapkan program latihan kepada para pemain Timnas U-22. Pekan pertama ia merasa masih beradaptasi dengan program-program yang diterapkan Indra Sjafri.

Lebih lanjut, Nova juga bercerita mengenai pengalaman perdananya membantu Indra Sjafri memilih pemain yang cocok masuk ke dalam skuat Garuda. Baginya, itu pekerjaan yang sangat berat, karena kala itu ia juga sempat merasakan jadi pemain dan menunggu momen penting tersebut.

“Ya itu (memilih pemain) pekerjaan yang sangat sulit ya. Kita tidak bisa sembarangan untuk melepas pemain bukan mencoret ya tapi melepas. Kita pilih pemain yang sesuai dengan filosofi dan keinginan Coach Indra. Tapi itu memang pekerjaan kami sebagai pelatih,” ujarnya.

Gagal Lolos Seleksi Timnas U-22, Indra Mustafa Kembali Latihan Bersama Persib Bandung

Indra Sjafri Pulangkan Lima Pemain Tak Lolos Seleksi Timnas Indonesia U-22

Setelah menjalani dua kali tahap seleksi pemain, kini skuat Garuda dihuni 30 pemain.

Awal pekan ini, 30 pemain tersebut telah mendapatkan program latihan khusus jelang beralaga di Piala AFF 2019. Akan tetapi, pelatih kepala mereka harus bertolak ke Spanyol untuk melanjuti study kepelatihannya. Untuk itu, selama sepekan kedepan Nova Arianto dipercaya Indra Sjafri memimpin Timnas U-22.

Editor: Erik Sinaga
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved