Pagar Sekolah SMP 182 Kalibata Jebol dan Nyaris Menimpa Pemukiman Warga
Ambruknya pagar pembatas hingga nyaris menimpa permukiman warga juga diduga tak kuatnya pondasi pagar bangunan yang berada di atas turap
Penulis: Satrio Sarwo Trengginas | Editor: Muhammad Zulfikar
Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Satrio Sarwo Trengginas
TRIBUNJAKARTA.COM, PANCORAN - Aliran air di saluran Penghubung (PHB) yang membelah antara SMP Negeri 182 dengan permukiman warga di Gang Kelurahan RW 08 jebol hingga menutup saluran air.
Derasnya air seiring dengan intensitas hujan tinggi mengakibatkan turap serta tanggul jebol tak kuasa menahan aliran air itu.
Ambruknya pagar pembatas hingga nyaris menimpa permukiman warga juga diduga tak kuatnya pondasi pagar bangunan yang berada di atas turap air.
Alhasil, pagar setinggi 2,5 meter amblas hingga menutup saluran air.
Menurut Lurah Kalibata, Denny Isnandar, selokan air PHB di Gang Kelurahan itu sebelumnya sudah dilakukan pengerukan oleh pihak Sumber Daya Air (SDA).
Namun, pihak SDA tak berani mengeruk hingga dalam karena turap yang menopang pagar itu akan lekas terkikis.
"Itu memang dari dasar saluran air ke atas pagar setinggi 5 meter. Itu pondasi turapnya enggak kuat. Lama-lama memang bisa terkikis hingga amblas," ungkap Denny kepada TribunJakarta.com di Kantor Lurah Kalibata, Jakarta Selatan pada Selasa (22/1/2019).
Pagar yang jebol sepanjang 10 meter itu berisiko membuat pagar lainnya turut ambruk.
"Saya melihat sekitar 20 meter dari pagar yang amblas juga sudah renggang. Otomatis akan rentan jebol juga," lanjutnya.
Robohnya pagar di SMPN 182 terjadi pada Senin (21/1/2019) pukul 23.00 WIB.
Warga yang dekat di sekitaran lokasi pagar yang jebol, Fatimah mengatakan terdengar bunyi retak pada pagar itu.
"Saya lagi tidur, tapi saudara saya membangunkan saya agar jangan tertidur pulas karena mau ada gempa. Enggak lama ternyata langsung ambruk. Kejadiannya setelah hujan," ujarnya.
Pantauan TribunJakarta.com, pagar pembatas yang berada di SMPN 182 tengah ditahan oleh sejumlah kayu-kayu dolken untuk penanganan sementara.
"Saya sudah bicara dengan Kepala Sekolahnya, untuk lebih mengutamakan perbaikan turap ini. Khawatir prosesnya lama, harus segera diajukan untuk proses lelang pembuatan turap itu," tandas Denny.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jakarta/foto/bank/originals/pagar-ambruk.jpg)