Breaking News:

Pilpres 2019

Soal Rencana Pemerintah Bebaskan Abu Bakar Baasyir, Sandiaga Uno: Biar Masyarakat yang Menilai

Sandiaga menambahkan, hukum sejatinya bukan sebagai alat untuk membantu kekusaan sesaat. Tapi harus menjadi supermasi bagi rakyat Indonesia.

Penulis: Yusuf Bachtiar | Editor: Wahyu Aji
TRIBUNJAKARTA.COM/YUSUF BACHTIAR
Sandiaga Uno saat dijumpai di Desa Kedung Jaya, Kecamatan Tarumajaya, Bekasi, Selasa, (22/1/2019). 

"Menggunakan jalur darat, perkiraan kami sampai sini sekitar pukul 18.00," tuturnya.

Informasi tambahan, setidaknya ada 60 orang menggunakan bus dan mobil pribadi, berangkat ke Jakarta untuk menjemput Ustaz Abubakar Baasyir.

Yusril Ihza Mahendra bersama terpidana Abu Bakar Ba'asyir di Lapas Gunungsindur, Kabupaten Bogor, Jumat (18/1/2019).
Yusril Ihza Mahendra bersama terpidana Abu Bakar Ba'asyir di Lapas Gunungsindur, Kabupaten Bogor, Jumat (18/1/2019). (Tribunnews.com/Naufal Fauzy)

Tinggal satu hari lagi Abu Bakar Ba'asyir, terpidana kasus terorisme, mendapatkan kebebasan penuh atau Rabu (23/1/2019). 

Presiden Joko Widodo menyampaikan kabar gembira Ba'asyir bisa bebas melalui Ketua Umum Partai Bulan Bintang sekaligus pengacara Yusril Ihza Mahendra.

Intelektual muda Nahdlatul Ulama Nadirsyah Hosen turut mengomentari langkah Presiden Jokowi membebaskan mantan pimpinan Majelis Mujahidin Indonesia. 

Pria yang akrab disapa Gus Nadir ini punya alasan melayangkan kritik atas pertimbangan Jokowi membebaskan Ba'asyir.

Alasan kemanusiaan

Dikutip dari tayangan Headline News Metro TV pada Jumat (18/1/2019) sore, Yusril mengungkapkan bahwa sebentar lagi Abu Bakar Ba'asyir akan bebas bersyarat.

Yusril mengunjungi Abu Bakar Ba'asyir di Lapas Gunung Sindur Jumat siang.

Penasehat Hukum TKN Jokowi-Ma'ruf Amin itu menyebutkan Presiden Jokowi setuju membebaskan Abu Bakar Baasyir karena alasan kemanusiaan.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved