Warga Jalan Gang Kelurahan Kalibata Was-was Dibayangi Tembok Ambruk

Risiko jebolnya pagar susulan bisa kembali terjadi karena posisi pagar sekolah itu lebih tinggi daripada permukiman warga.

Warga Jalan Gang Kelurahan Kalibata Was-was Dibayangi Tembok Ambruk
TribunJakarta.com/Satrio Sarwo Trengginas
Pagar yang ambruk nyaris menimpa permukiman warga RW 08 Kalibata pada Selasa (22/1/2019). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Satrio Sarwo Trengginas

TRIBUNJAKARTA.COM, PANCORAN - Para warga RT 02 RW 08, Kelurahan Kalibata, Kecamatan Pancoran tepatnya di Jalan Gang Kelurahan samping SMP Negeri 182 masih merasa was-was belakangan ini.

Rasa cemas itu bukan tanpa sebab lantaran sebagian pagar SMP tersebut sepanjang 10 meter jebol nyaris menimpa sejumlah rumah di permukiman itu.

Hujan lebat dan aliran air kali yang deras secara terus menerus menjadi pemicu amblasnya pagar sekolah tersebut.

Risiko jebolnya pagar susulan bisa kembali terjadi karena posisi pagar sekolah itu lebih tinggi daripada permukiman warga.

Ditambah, pagar yang dibangun di atas turap itu disinyalir sudah tak kuat.

Kecemasan itu turut dirasakan oleh Lurah Kalibata, Denny Isnandar saat dirinya mengetahui kabar pagar di SMP Negeri 182 jebol yang terjadi pada Senin (21/1/2019) malam.

"Waduh saya bilang ini ngeri, setelah apel saya meminta petugas PPSU untuk jangan dibersihkan dulu. Takutnya saat dibersihkan ambles. Ini bisa nimpa warga makanya penghuni rumah kita evakuasi dulu jangan ada yang di dalam," bebernya kepada TribunJakarta.com pada Selasa (22/1/2019) malam di kantor Kelurahan Kalibata.

Namun dengan bantuan petugas Damkar serta petugas Sumber Daya Air (SDA) puing-puing bangunan serta tanah yang berserakan di kali bisa dibersihkan.

Ini Tanggapan Gerindra Terkait Kasus Komisioner KPU Tangsel yang Diduga Kader

Denny pun mengimbau kepada warganya untuk terus waspada akan tanda-tanda jebolnya pagar.

"Warga harus waspada, kalau ada kecurigaan segera keluar. Saya yakin kalau enggak segera ditindaklanjuti akan roboh lagi," paparnya.

Apabila pagar dengan tinggi 5 meter itu jebol maka bisa dipastikan akan menimpa sejumlah rumah di RT 02 RW 08 itu.

"Ketinggian pagar 5 meter itu udah pasti kena rumah. Karena permukiman warga lebih rendah. Rencananya besok akan memasang kayu dolken untuk membantu sementara menahan turap," tandas Denny.

Penulis: Satrio Sarwo Trengginas
Editor: Muhammad Zulfikar
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved