Abu Bakar Baasyir Bebas

Mulanya Tanpa Syarat Kini Abu Bakar Baasyir Bebas Pakai Syarat, Sudjiwo Tedjo: Aku Kudu Piye Mbah?

Presiden Jancukers, Sudjiwo Tedjo pening sebentar tak ikut berita. Mulanya pembebasan Abu Bakar Baasyir tanpa syarat kini dengan syarat. Ini kata dia.

Mulanya Tanpa Syarat Kini Abu Bakar Baasyir Bebas Pakai Syarat, Sudjiwo Tedjo: Aku Kudu Piye Mbah?
Tribunnews.com/Naufal Fauzy
Yusril Ihza Mahendra bersama terpidana Abu Bakar Ba'asyir di Lapas Gunungsindur, Kabupaten Bogor, Jumat (18/1/2019). 

TRIBUNJAKARTA.COM, JAKARTA - Pembebasan narapidana kasus terorisme Abu Bakar Ba'asyir dari Lapas Gunung Sindur bikin mumet Presiden Jancukers, Sudjiwo Tedjo.

Semula, santer dikabarkan Ba'asyir bebas tanpa syarat seperti disampaikan pemerintah melalui Yusril Ihza Mahendra pada Jumat pekan lalu.

Sehari jelang Ba'asyir dibebaskan, muncul pernyataan bertentangan jika pemerintah akan meninjau ulang sepanjang memenuhi persyaratan.

Belakangan ini kasus pembebasan Ba'asyir bergulir menjadi konsumsi politik dua kubu calon presiden dan calon wakil presiden di Pilpres 2019.

Sedianya hari ini, Rabu (23/1/2019), Ba'asyir dibebaskan oleh pemerintah karena pertimbangan kemanusiaan. Selain sudah sepuh, Ba'asyir juga menderita karena banyak penyakit.

Kepala Staf Presiden Moeldoko menjelaskan, Ba'asyir tidak dapat memenuhi syarat formil sebagaimana diatur Undang-Undang Nomor 12 Tahun 1995 tentang Pemasyarakatan dan lebih lanjut didetailkan dalam Peraturan Menteri Hukum dan HAM Nomor 3 Tahun 2018 tentang Syarat dan Tata Cara Pemberian Remisi, Asimilasi, Cuti Mengunjungi Keluarga, Pembebasan Bersyarat, Cuti Menjelang Bebas dan Cuti Bersyarat.

"Iya (tak dibebaskan). Karena persyaratan itu tidak boleh dinegosiasikan," ujar Moeldoko dilansir Kompas.com dalam artikel Pemerintah Pastikan Batal Bebaskan Abu Bakar Ba'asyir, Ini Sebabnya...

Syarat formil bagi narapidana perkara terorisme, pertama, bekerjasama dengan penegak hukum membantu membongkar perkara tindak pidana yang dilakukan.

Kedua, telah menjalani paling sedikit dua per tiga masa pidana, dengan ketentuan dua per tiga masa pidana tersebut paling sedikit 9 bulan.

Ketiga, telah menjalani asimilasi paling sedikit setengah dari sisa masa pidana yang wajib dijalani.

Halaman
1234
Penulis: yogi gustaman
Editor: Erik Sinaga
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved