Kasus DBD di Bekasi Meningkat, Selama Januari 2019 RSUD Tangani 88 Kasus

Dari 88 kasus periode Januari 2019, 55 kasus diantaranya diderita pasien dewasa, 33 sisianya diderita pasien anak-anak.

Kasus DBD di Bekasi Meningkat, Selama Januari 2019 RSUD Tangani 88 Kasus
Tribunnews.com/net
Nyamuk demam berdarah 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Yusuf Bachtiar

TRIBUNJAKARTA.COM, BEKASI SELATAN - Tren penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) mengalami peningkatan pada Januari 2019 di wilayah Kota Bekasi.

Peningkatan jumlah pasien terjangkit DBD terjadi cukup drastis di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Chasbullah Abdulmadjid di Jalan Veteran, Bekasi Selatan, Kota Bekasi.

Sudirman Kepala Bidang Perawatan RSUD Chasbullah Abdulmadjid Kota Bekasi mengatakan, periode Januari 2019, pihaknya telah menangani sebanyak 88 kasus DBB.

Angka itu dinilai mengalami peningkatan cukup drastis dibanding dua bulan lalu.

"Kalau dilihat dari November 2018 itu ada 2 kasus, lalu Desember ada 12 kasus, artinya Januari 2019 ini ada peningkatan yang cukup signifikan jumlah penderita DBD," Kata Sudirman, Kamis, (24/1/2019).

Dari 88 kasus periode Januari 2019, 55 kasus diantaranya diderita pasien dewasa, 33 sisianya diderita pasien anak-anak.

Dia menjelaskan, peningkatan jumlah penyakit DBD diduga disebabkan pergantian musim dari kemarau ke musim hujan. Ditambah sanitasi lingkungan tempat tinggal yang masih belum bersih menjadi pemicu berkembang biaknya jentik nyamuk.

"Tentunya perubahan cuaca, dan pencegahannya kurang berhasil di lingkungan masyarakat, nyamuk ini kan bisa terbang di area 100 meter, jadi kalo ada pasien di satu lokasi mengidap demam berdarah, kemungkinan di situ ada nyamuk yang mengigit jadi tentu dia bisa mengigit masyarakat yang ada di lingkungan tersebut," jelas dia.

Dalam menyikapi melonjaknya kasus demam berdarah, RSUD Kota Bekasi memastikan pihaknya masih mampu melakukan penanganan secara baik.

"Sampai hari ini ruang rawat inap di kita masih bisa menampung, kedepan jika nanti terjadi lonjakan yang sangat drastis, tentu akan ada usaha luar biasa dengan menata ruang rawat inap agar bisa menampung pasien-pasien," jelas dia.

Sebelum Urban Farming Booming, Ahmad Fanani Telah Buka Kebun di Atas Atap Rumah

Adapun, kapasitas ruang rawat inap di RSUD Kota Bekasi sebanyak 550 tempat tidur, jumlah itu bisa ditingkatkan menjadi 700 lebih tempat tidur dengan memanfaatkan ruang-ruang dan tempat tidur cadangan yang dimiliki.

"Untuk stok obat sebenarnya gak ada obat khusus yang digunakan untuk pasien DBD. DBD itu yang penting asupan cairannya, tentu kita perkuat stok cairan yang ada, sampai sejauh ini kita pastikan stok tersebut masih cukup," jelas dia.

Dia menghimbau kepada masyarakat agar dapat menjaga kebersihan lingkungan seperti memberantas sarang nyamuk dengan membersihan selokan atau genangan air yang dapat menimbulkan sarang nyamuk.

"Saat ini sedang terjadi pergantian musim, dari musim kemarau ke musim hujan, sering menyebabkan genangan air, ketika hujan turun kemudian berhenti, lalu ada genangan air, nah itu yang bisa menyebabkan sarang atau tumbuhnya jentik nyamuk," ucap dia.

Penulis: Yusuf Bachtiar
Editor: Muhammad Zulfikar
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved