Breaking News:

Ahok Bebas

Tersebar Potret Ahok Bersama Wanita Diduga Bripda Puput, Fifi Lety di Belakangnya

Seusai bebas dari Mako Brimob, tersebar potret Ahok bersama wanita yang diduga Bripda Puput Nastiti Devi.

Istimewa
Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok keluar dari Mako Brimob. 

Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok akhirnya menghirup udara bebas pada Kamis (24/1/2019) sekira pukul 07.00 WIB, dari Rutan Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok.

Pembebasan Ahok pun luput dari pantauan media yang sudah menunggunya di gerbang luar Rutan Mako Brimob.

Awak media baru mengetahui Ahok sudah keluar dari kompleks Mako Brimob pada pukul 08.00 WIB. Kalapas Klas I Cipinang Andika Dwi Prasetya menyangkal proses pembebasan Ahok terkesan ditutup-tutupi.

"Enggak ada yang disembunyikan, semua terbuka," ucap Andika di Lapas Klas I Cipinang, Jakarta Timur, Kamis (24/1).

Awak media menduga Ahok keluar Rutan Mako Brimob melalui pintu khusus yang tak diketahui mereka. Andika pun kembali menyangkalnya.

"Ah enggak mungkin pintu belakang lah, emang ada pintu belakang? Mako kan enggak ada pintu belakang. Yang penting keluar dari sel tahanan Mako Brimob, itu udah tanggung jawab pribadi beliau dan tim pribadi beliau," tuturnya.

Ia menambahkan, segala proses kepengurusan dokumen pembebasan Ahok dilakukan sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP) di Mako Brimob. Proses tersebut diwakilkan oleh Prayoga Yulanda, Kasie Registrasi dan Muda Husni Kabid Pemasyarakatan.

"Jadi admin kita siapkan di sini, karena dia napi Lapas Kelas I Cipinang dan pelaksanaannya di Mako Brimob. Jadi hanya penyelesaian. Salah satu prosedurnya adalah penyerahan surat lepas, pengambilan sidik jari saat yang bersangkutan akan keluar dari Rutan Mako Brimob, dan pencatatan pada baju keluar napi. Enggak ada yang spesial karena beliau kan di sana. Semua biasa, sama seperti yang lain," paparnya

Dilewati Truk Tanah, Jalan di Perimeter Utara Bandara Soekarno-Hatta Bakal Dibangun Landasan Pacu

Disinggung Atta Halilintar Mengapa Belum Menikah di Usia 35 Tahun, Luna Maya Justru Menggodanya

Ingin Bertemu

Politikus Partai Amanat Nasional (PAN) Abraham Lunggana atau yang akrab dikenal dengan sebutan Haji Lulung mengaku ingin bertemu dengan Basuki Tjahja Purnama alias Ahok yang sudah bebas dari tahanan.

Lama tak berjumpa dengan mantan Gubernur DKI Jakarta itu, Haji Lulung mengaku ingin kembali menjalin tali silaturahmi yang sempat terputus lantaran Ahok tengah menjalani hukuman dua tahun di Mako Brimob.

"Susah nyari (waktu) nya ya, silaturahminya di mana. Tapi kepengen (ketemu) sama dia," kata Lulung saat dihubungi wartawan, Kamis (24/1/2019).

Sebelumnya, Ahok yang sempat menjadi Gubernur DKI Jakarta, kerap bertikai dengan Lulung saat ia masih menjabat sebagai wakil ketua DPRD DKI.

Keduanya sering memiliki pandangan yang berbeda mengenai sejumlah kebijakan-kebijakan yang diterapkan untuk pembangunan Ibu Kota.

Namun Lulung membantah jika pertikaian tersebut terbawa hingga ke ranah pribadi.

Menurut Lulung, meski sering berbeda pendapat saat itu, ia dengan pria yang kini ingin disapa BTP itu justru mengaku memiliki hubungan persahabatan yang baik secara pribadi.

"Iyalah (mau ketemu) kan kita bersahabat. Itu kontroversi di media dan kebijakan kan wajar. Tapi sebagai manusia, kita kan bersahabat. Pribadinya nggak ada apa-apa saya sama Ahok, baik-baik aja. Setiap orang bisa salah, setiap orang juga bisa berubah kan," kata Lulung.

Lulung, menilai Ahok sudah melewati masa hukumannya dengan baik selama hampir dua tahun silam.

Oleh sebab itu, Mantan Wakil DPRD DKI Jakarta itu berharap agar Ahok bisa menjadikan pengalaman pahit tersebut untuk mengintrospeksi diri agar menjadi pribadi yang lebih baik di depannya.

"Saya mengharap (Ahok) kembali beraktivitas yang seperti biasa. kemudian lebih kepada hati-hati bicara lah, instropeksi. Saya yakin, setelah Ahok menjalan kan hukuman, artinya dia instropeksi dirinya dia. Dan ini kan pengalaman yang paling pahit. Bahwa, di depan saya banyak hal yang artinya harus kami  jaga. Baik hubungan kemanusiaan, hubungan berteman, hubungan kami , pada persoalan undang-undang," pungkasnya.

Penulis: Kurniawati Hasjanah
Editor: Rr Dewi Kartika H
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved