BPOM RI Temukan 600 Ribu Lebih Kosmetik Ilegal Senilai Rp30 Miliar di Kalideres

Kosmetik ilegal itu terdiri dari berbagai jenis, seperti sabun mandi, lipstik, bedak hingga cairan penumbuh rambut.

TribunJakarta.com/Novian Ardiansyah
Kosmetik ilegal yang ditemukan BPOM RI di Jalan Taman Surya Boulevard, Komplek Taman Surya II Blok D/03-04, Kalideres, Jakarta Barat, Jumat (25/1/2019). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Novian Ardiansyah

TRIBUNJAKARTA.COM, KALIDERES - BPOM RI temukan gudang beserta pabrik yang memproduksii kosmetik ilegal di Jalan Taman Surya Boulevard, Komplek Taman Surya II Blok D/03-04, Kalideres, Jakarta Barat.

Lokasi tersebut merupakan satu dari empat tempat yang ditemukan BPOM RI sebagai pabrik sekaligus gudang kosmetik ilegal.

Deputi IV Penindakan BPOM RI Hendri Siswadi mengatakan, pihaknya turut menyita sebanyak ratusan ribu produk kosmetik ilegal yang bernilai hingga Rp30 miliar.

"Jumlah itemnya ada 53 item yang kita temukan terdiri dari 679.193 pieces dengan nilai ekonomi Rp30 miliar," kata Hendri.

Item-item tersebut terdiri dari berbagai jenis kosmetik seperti sabun mandi, lipstik, bedak hingga cairan penumbuh rambut.

Mesin yang digunakan untuk mengemas produk kosmetik ilegal di Jalan Taman Surya Boulevard, Komplek Taman Surya II Blok D/03-04, Kalideres, Jakarta Barat, Jumat (25/1/2019).
Mesin yang digunakan untuk mengemas produk kosmetik ilegal di Jalan Taman Surya Boulevard, Komplek Taman Surya II Blok D/03-04, Kalideres, Jakarta Barat, Jumat (25/1/2019). (TribunJakarta.com/Novian Ardiansyah)

Dalam temuan tersebut, lanjut Hendri satu orang pria berinisial DV selaku pemilik juga telah ditetapkan sebagai tersangka.

"Tersangka satu orang tapi empat diperiksa sebagai saksi. Satu orang itu pemilik dan sedang dikembangkan," ujar Hendri.

Hendri menjelaskan, tersangka telah melanggar Undang-Undang Kesehatan Pasal 197 dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara atau denda Rp 1,5 miliar.

Selain itu tersangka juga melanggar UU No 8 tahun 1999 tentang perlindungan konsumen dengan ancaman 5 tahun penjara atau denda Rp 2 miliar.

"Kami juga kemungkinan besar akan menggunakan pasal undang-undang tentang pencucian uang dengan kerja sama kepolisian," jelasnya.

Penulis: Novian Ardiansyah
Editor: Erlina Fury Santika
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved