DKM Annur Kayuringin Bekasi Resah Dapat Kiriman Tabloid Indonesia Barokah

"Cukup resah ya, karena selama ini masjid kita kan gak pernah terlibat sama urusan politik, kita selalu menjaga masjid kita ini tetap netral," katanya

DKM Annur Kayuringin Bekasi Resah Dapat Kiriman Tabloid Indonesia Barokah
TRIBUNJAKARTA.COM/YUSUF BACHTIAR
Tabloid Indonesia Barokah yang diterima pengurus Masjid Annur Kayuringin Bekasi. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Yusuf Bachtiar

TRIBUNJAKARTA.COM, BEKASI SELATAN - Masjid Annur di Jalan Annur 4, Kelurahan Kayuringin Jaya, Kecamatan, Bekasi Selatan, Kota Bekasi merupakan satu dari sekian banyak masjid yang mendapat peredaran tabloid Indonesia Barokah.

Taufik (41), Pengurus Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Annur Kayuringin Jaya mengatakan, pihaknya cukup resah ketika mendapatkan kiriman tabloid yang belakangan diperdenatkan lantaran isi kontenya dinilai cenderung menyudutkan salah satu pasangan calon presiden.

"Cukup resah ya, karena selama ini masjid kita kan gak pernah terlibat sama urusan politik, kita selalu menjaga masjid kita ini tetap netral gak ikut-ikutan dalam debat politik," kata Taufik, Jumat, (25/1/2019).

Menurut Taufik, selama ini, kegiatan keagamaan di Masjid Annur Kayuringin Jaya tidak pernah menyimpang dari apa yang diinginkan jamaah atau pemerintah. Artinya, pengurus DKM selalu berusaha agar masjid tidak digunakan untuk arena berpolitik.

"Sebenarnya gak etis kalau gini, kan dari pemerintah sendiri gak boleh masjid dipakai berpolitik, kita ya ibadah ya ibadah aja, masjid ini tetap netral urusan politik itu masing-masing jamaah aja," kata Taufik.

Taufik pengurus DKM Annur Kayuringin Jaya Kota Bekasi saat menunjukkan tabloid Indonesia Barokah.
Taufik pengurus DKM Annur Kayuringin Jaya Kota Bekasi saat menunjukkan tabloid Indonesia Barokah. (TRIBUNJAKARTA.COM/YUSUF BACHTIAR)

Setelah menerima tabloid Indonesia Barokah, pihak DKM sejauh ini masih menyimpannya dan tidak di bagikan ke jamaah.

Taufik selaku DKM belum membaca tabloid itu secara keseluruhan.

Tapi jika di lihat secara keseluruhan, isi konten tabloid memang penuh dengan pembahasan politik.

"Saya lihat sekilas, ini kan udah gak bener (isi tabloid), buat apa kita bagikan ke jamaah, jadi kita simpan saja," jelas dia.

Halaman
123
Penulis: Yusuf Bachtiar
Editor: Wahyu Aji
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved