Pengurus RW Harus Aktif Dorong Perekonomian Warga di Lingkungannya

Dirinya menyayangkan bila di lingkungan setempat masih ditemukan pengangguran yang tak mau berusaha dan bermimpi besar menjadi orang sukses.

Pengurus RW Harus Aktif Dorong Perekonomian Warga di Lingkungannya
ISTIMEWA
Anggota Komisi III DPR Ahmad Sahroni 

Dalam kesempatan yang sama Sahroni mengajak masyarakat tak sekedar berani mengkritik pemerintah ataupun parlemen tanpa mau mengembangkan kemampuan dirinya.

Dirinya menyayangkan bila di lingkungan setempat masih ditemukan pengangguran yang tak mau berusaha dan bermimpi besar menjadi orang sukses.

“Jangan hanya mengkritik tapi menjadi pengangguran. Jangan cuma gaya akhirnya premanisme terjadi di Jakarta Utara, merasa dirinya hebat, dikit-dikit ngeluarin parang. Sekarang enggak zaman, zamannya sekarang bagaimana masyarakat ada keuntungan dari perwakilan di daerahnya,” ucap Sahroni

Dirinya juga kembali mengingatkan peran penting struktur RW dalam mengangkat perekonomian dan kondisi lingkungannya.

Selain di Pademangan Barat, Sahroni hari ini juga melakukan kegiatan reses di kawasan Kelapa Gading Barat, Jakarta Utara, tepatnya di Jalan Kali Sunter.

Di lokasi ini Sahroni menyerap aspirasi masyarakat mengenai kondisi lingkungan mereka.

Pertama Kali Lewat Simpang Susun Semanggi, Ahok: Waktu Diresmikan Papa Udah Dikurung

Dua hal yang dikeluhkan masyarakat di lingkungan ini yaitu mengenai persoalan Kartu Jakarta Pintar (KJP) dan infrastruktur penerangan.

“Dari tahun 81 sampai sekarang bahkan sudah keropos. Ada 33 tiang. Tahun 1999 saya pernah menghadap ke PLN namun sampai sekarang tidak ditanggapi,” kata seorang warga yang hadir.

Menanggapi persoalan itu Sahroni meyakinkan dirinya akan mengklarifikasi PLN untuk menanyakan solusi terbaik atas rentannya tiang listrik di Jalan Kali Sunter.

Sementara menghadapi Pemilu Serentak yang akan diselenggarakan pada 17 April mendatang, Sahroni meminta masyarakat memilih sesuai hati nurani tanpa saling mencaci atau menghujat.

“Pemilu 17 April saya mengimbau, jangan karena bapak ibu mendapat intervensi untuk memilih salah seorang. Pilihlah pemimpin yang sesuai kata hati,” kata Sahroni.

“Kami pengen ke depan bangsa ini bangsa yang kuat, bukan kuat karena adu domba, bukan kuat mencaci maki satu sama lain," tambahnya.

Editor: Wahyu Aji
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved