Breaking News:

Siang Ini, Kadisdik DKI Tinjau Sekolah Al Kamal yang Jadi Gudang Narkoba di Jakarta Barat

Plt Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta Bowo Irianto akan meninjau sekolah Al-Kamal yang sempat menjadi gudang narkoba di kawasan Jakarta Barat.

TribunJakarta.com/Elga Hikari Putra
Laboratorium Kimia di SMK Al Kamal yang diduga menjadi gudang narkoba. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Pebby Adhe Liana

TRIBUNJAKARTA.COM, GAMBIR - Plt Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta Bowo Irianto akan meninjau sekolah Al-Kamal yang sempat menjadi gudang narkoba di kawasan Jakarta Barat, Jumat (25/1/2019) siang.

Tinjauan tersebut, rencananya akan dilaksanakan usai salat Jumat bersama Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetyo Edi Marsudi.

"Besok kami turun. Kalau yang pasti, itu sebuah keprihatinan luar biasa. Abis Jumatan. Ya iya, saya ikut mesti dong. sama Pak Pras," kata Bowo, Kamis (24/1/2019).

Sekolah Al-Kamal, sebelumnya sempat dijadikan sebagai gudang penyimpanan narkotika oleh dua kurir narkoba yakni CP dan DL yang telah ditangkap Polsek Kembangan, Jakarta Barat.

Keduanya menyimpan enam paket sabu seberat 355,56 gram dan obat-obatan psikotropika golongan IV serta obat daftar G dengan total sebanyak 7.910 tablet di laboratorium sekolah.

"Ini kan bukan karyawan juga bukan guru. Tapi terlepas itu guru atau karyawan kami ingin lihat juga. Karena di situ kan TK, SD,SMP, SMA, pesantren ada perguruan tingginya juga. Kami ingin tau juga luas peredarannya itu menjangkau wilayah mana," kata Bowo.

Bowo ingin mengecek secara langsung bagaimana pengawasan pihak yayasan hingga kedua kurir bisa menyimpan narkotika tersebut di laboratorium sekolah.

KPAI Akan Datangi Sekolah yang Diduga Jadi Gudang Narkoba Besok

Soal Gudang Narkoba di Sekolah, Komnas Anak Minta Dinas Pendidikan Rutin Gelar Tes Urine

Menurut Bowo, meski kedua kurir narkoba bukan merupakan karyawan yayasan namun keduanya memiliki akses untuk berkunjung dan tidur di kawasan sekolah.

"Surat pernyataannya ada. Sudah ada dari mereka masing masing. Mereka merasa dan menyatakan yang bersangkutan itu bukan karyawan mereka. Tapi pernyataan mereka adalah anak dari pengurus yayasan yang ada di situ, maka mereka punya akses untuk masuk, malam tidur juga disitu, karena anak dari pengurus yang ada disitu," tuturnya.

Penulis: Pebby Ade Liana
Editor: Ferdinand Waskita Suryacahya
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved