Breaking News:

Pompa Stasioner Rusak Jadi Kendala Sulitnya Menyurutkan Air dari Permukiman di Muara Angke

Kemudian, air yang ditampung di Waduk Muara Angke akan dibuang lagi ke Kali Adem

TribunJakarta/Gerald Leonardo Agustino
Rumah Pompa Waduk Muara Angke, Sabtu (26/1/2019) malam. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Gerald Leonardo Agustino

TRIBUNJAKARTA.COM, PENJARINGAN - Banjir tak kunjung surut setelah merendam permukiman di Muara Angke selama dua hari dua malam.

Ihwal dari banjir tersebut ialah air rob bercampur air hujan yang belakangan cukup intens mengguyur kawasan itu.

Petugas dari Suku Dinas Sumber Daya Air Jakarta Utara pun mengerahkan delapan pompa portabel untuk membuang air dari pemukiman warga ke Waduk Muara Angke.

Kemudian, air yang ditampung di Waduk Muara Angke akan dibuang lagi ke Kali Adem.

Penanggung Jawab Rumah Pompa Waduk Muara Angke, Dede Yahya mengatakan, delapan pompa portabel mesti dikerahkan karena ada masalah pada tiga pompa stasioner yang terdapat di rumah pompa itu.

Dengan demikian, upaya menyurutkan air di permukiman warga mesti berjalan agak lambat mengingat kapasitas dan kinerja pompa portabel tidak semaksimal pompa stasioner.

"Itu ujannya cukup lebat, bercampur juga sama rob. Kebetulan pompa kita ada trouble. Akhirnya kita menggunakan pompa mobile (portabel). Yang (kapasitas) 400 liter per detik itu ada dua unit. Yang 250 liter per detik itu enam unit," kata Dede saat ditemui TribunJakarta.com, Sabtu (26/1/2019) malam.

Dede mengatakan, sebelum pompa portabel dikerahkan, tiga pompa stasioner yang ada di Rumah Pompa Waduk Muara Angke mengalami kerusakan.

Padahal, tiga pompa yang jika ditotal berkapasitas 2.000 liter per detik selama ini bisa menyedot habis banjir dari permukiman warga hanya dalam waktu 2-3 jam.

Halaman
12
Penulis: Gerald Leonardo Agustino
Editor: Erik Sinaga
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved