Remisi Pembunuh Wartawan: Kecaman untuk Kebijakan Jokowi Hingga Kritikan PSI kepada Menkumham

Pito Agustin Rudiana, Ketua LBH Pers Yogyakarta menerangkan jika pemberian remisi yang dilakukan oleh Presiden merupakan langkah yang buruk

Remisi Pembunuh Wartawan: Kecaman untuk Kebijakan Jokowi Hingga Kritikan PSI kepada Menkumham
Tribunnews.com
Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkumham) RI, Yasonna Laoly menetapkan 29 kelurahan DKI Jakarta sebagai kelurahan sadar hukum di Balai Kota DKI Jakarta, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Selasa (10-10-2017) 

TRIBUNJAKARTA.COM, JAKARTA - Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Yogyakarta, jaringan masyarakat sipil dan pers mahasiswa mendesak Presiden Joko Widodo mencabut pemberian remisi terhadap I Nyoman Susrama selaku pembunuh AA Gde Bagus Narendra Prabangsa yang merupakan wartawan Radar Bali.

Koordinator Divisi Advokasi AJI Yogyakarta Tommy Apriando mengatakan jika Susrama diadili pada 9 tahun lalu, dimana dia telah membunuh Prabangsa yang telah memberitakan kasus dugaan korupsi dan penyelewengan yang melibatkan nama Susrama dua bulan sebelum pembunuhan.

Dari hasil penyelidikan polisi, dan pemeriksaan saksi dan barang bukti menunjukkan bahwa Susrama merupakan otak dari pembunuhan kepada Prabangsa.

"Anak buah dari Susrama menghabisi nyawa Prabangsa, lantas mayatnya dibuang ke laut. Lima hari kemudian, jasad Prabangsa ditemukan mengapung oleh awak kapal yang lewat di Teluk Bungsil, Bali," terangnya pada Tribunjogja.com, Kamis (24/1/2019)..

Tommy menjelaskan jika kasus yang dialami oleh Prabangsa merupakan satu dari banyak kasus pembunuhan jurnalis di Indonesia.

Tidak banyak kasus pembunuhan terhadap jurnalis yang telah berhasil diusut, sementara itu, terdapat delapan kasus lainnya yang belum tersentuh hukum.

Ke delapan kasus tersebut diantaranya Pembunuhan terhadap Fuad M Syarifuddin wartawan Bernas Yogya (1996), Herliyanto wartawan lepas Harian Radar Surabaya (2006), kematian Ardiansyah Martrais wartawan Tabloid Jubi dan Merauke TV (2010), dan kasus pembunuhan Alfrets Mirulewan wartawan Tabloid Mingguan Pelangi di Pulau Kisar Maluku Barat Daya (2010).

"Kasus Prabangsa ini diproses hukum dan pelakunya divonis penjara seumur hidup. Delapan orang lain yang terlibat juga dihukum 5-20 tahun. Namun kini Presiden Joko Widodo memalui Kepres memberikan keringanan hukuman kepada Susrama. Oleh karenanya, kami menyatakan sikap," terangnya.

Setidaknya terdapat beberapa sikap yang dinyatakan oleh AJI Yogyakarta bersama dengan masyarakat sipil dalam aksi kali ini.

Sikap tersebut antara lain, mengecam kebijakan Presiden Joko Widodo yang memberikan remisi kepada pelaku pembunuhan keji terhadap jurnalis.

Halaman
1234
Penulis: MuhammadZulfikar
Editor: Muhammad Zulfikar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved