Berdiri di Lahan Pemakaman Umum, Satpol PP Robohkan Bangunan Kos-kosan Rp 2,5 Miliar di Ciganjur

Kendati sudah diingatkan, kata Arifin, pemilik lahan tetap bersikukuh untuk membangun kos-kosan di lahan itu.

Berdiri di Lahan Pemakaman Umum, Satpol PP Robohkan Bangunan Kos-kosan Rp 2,5 Miliar di Ciganjur
TRIBUNJAKARTA.COM/SATRIO SARWO TRENGGINAS
Suasana pembongkaran kos-kosan di lahan untuk pemakaman di Ciganjur pada Senin (28/1/2019). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Satrio Sarwo Trengginas

TRIBUNJAKARTA.COM, JAGAKARSA - Deretan kos-kosan yang tengah dibangun di lahan seluas 1500 meter di Jalan Manggis Dalam I, RT 001 RW 01, Kelurahan Ciganjur, Kecamatan Jagakarsa, Jakarta Selatan dirobohkan oleh petugas Satpol PP Jakarta Selatan.

Dirobohkannya belasan kos-kosan itu lantaran pemilik lahan tak memiliki izin untuk mendirikan bangunan.

Pasalnya, lahan itu diperuntukkan untuk tempat pemakaman umum (TPU) sehingga izin tak bisa keluar.

Hal itu diungkapkan oleh Wakil Walikota Jakarta Selatan, Arifin di lokasi.

"Perlu diketahui bangunan yang kita bongkar ini karena memang tanah ini peruntukkannya untuk makam. Artinya kalau sudah seperti itu tidak ada izin dikeluarkan," ujar Arifin kepada TribunJakarta.com di lokasi pada Senin (28/1/2019).

Kendati sudah diingatkan, kata Arifin, pemilik lahan tetap bersikukuh untuk membangun kos-kosan di lahan itu.

Surat teguran yang dilayangkan kepada pemilik lahan telah diberikan pada bulan Agustus 2018.

Saat itu, kondisi lahan belum dibangun sebuah kos-kosan hanya tengah berlangsung pembangunan turap lantaran posisi bangunan berada di pinggir kali Krukut.

Penurapan yang dilakukan pemilik lahan pun seharusnya tidak boleh dilakukan.

Suasana pembongkaran kos-kosan di lahan untuk pemakaman di Ciganjur pada Senin (28/1/2019).
Suasana pembongkaran kos-kosan di lahan untuk pemakaman di Ciganjur pada Senin (28/1/2019). (TRIBUNJAKARTA.COM/SATRIO SARWO TRENGGINAS)

"Sudah beberapa kali diingatkan tapi tetap melanjutkan pembangunan. Terjadilah apa yang kita saksikan sekarang, belasan bangunan dibongkar," bebernya.

Kepala Satpol Jakarta Selatan, Ujang Hermawan menambahkan sebelum melakukan penindakan, pemilik lahan sudah diingatkan berulang kali namun tak mengindahkan teguran.

"Sudah dikasih tahu dari PTSP-nya tidak bisa dikeluarkan izin, dari Sudin Citata sudah diingatkan. Ditambah lagi ya pemberhentian. Sebenarnya bangunan ini sudah distop ada segelnya. Tapi masih dibangun akhirnya dibongkar," katanya.

Pemimpin proyek bangunan, Dedi mengatakan kos-kosan yang telah dibangun di lahan itu telah menghabiskan dana sekitar Rp 2,5 miliar.

Penulis: Satrio Sarwo Trengginas
Editor: Wahyu Aji
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved