Breaking News:

JK Singgung Ketimpangan Thamrin-Tanjung Priok Bak Singapura-Bangladesh, Ini Respon Anies

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan setuju dengan pernyataan Jusuf Kalla (JK) mengenai ketimpangan antara kawasan MH Thamrin dengan Tanjung Priok.

Penulis: Pebby Ade Liana | Editor: Ferdinand Waskita Suryacahya
TribunJakarta/Pebby Ade Liana
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan di Balai Kota DKI Jakarta, Rabu (16/1/2019) 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Pebby Adhe Liana

TRIBUNJAKARTA.COM, GAMBIR - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan setuju dengan pernyataan Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) mengenai ketimpangan antara kawasan MH Thamrin dengan Tanjung Priok, Jakarta Utara.

Meski keduanya berada di Ibu kota, namun kedua tempat tersebut, menurut JK, telah mengalami ketimpangan yang cukup drastis.

JK mengibaratkan kedua wilayah tersebut bak Singapura dan Bangladesh.

"Enggak, itu bukan kritik, itu fakta. Itu Pak JK mengatakan, ini contoh ketika tata ruang dirancang dengan benar maka privat sektor akan bergerak membangun di situ. Tapi kalau tidak membuat perencanaan tata ruang yang benar, ya tidak akan ada pergerakan perekonomian, tak ada yang investasi," kata Anies di Balai Kota DKI Jakarta, Senin (28/1/2019).

Anies turut menyinggung mengenai tata ruang di Ibu kota.

Menurut Anies, saat ini Pemprov belum cukup serius dalam mengatur tata ruang di Jakarta.

Sebagai contoh, Anies menjabarkan dalam melakukan pembangunan apartemen di DKI Jakarta, membutuhkan lahan tanah seluas 4.000 meter persegi.

Hal ini menyebabkan apartemen hanya bisa dibangun di lokasi-lokasi yang strategis.

"Karena itu, kalau teman-teman lihat apartemen itu upscale. Kenapa? Karena aturannya itu, tanahnya harus 4000 meter. Tanah di Jakarta yang bisa bangun 4000 meter di mana? yang besar. Efeknya, dibangunnya di tempat yang strategis pula. Coba kalau itu diturunkan maka pembangunan apartemen bisa, termasuk yang menengah. Sekarang kan tidak, apartemen upscale, kalau yang low scale namanya rusun," kata Anies.

"Ini bukan kritik, ini fakta. Jadi faktanya kita tak melaksanakan tata ruang dengan serius, dengan target target yang jelas, efeknya ada ketimpangan. Ada daerah maju, ada daerah yang..," tambahnya.

Orang nomor satu di Ibukota itu menuturkan, bahwa rencana tata ruang akan berpengaruh terhadap pergerakan perekonomian di suatu wilayah.

Anies Sebut DBD Banyak Menyerang Anak-Anak Usia Sekolah, Begini Respon Kadisdik DKI

Hasto Apresiasi Pujian Anies Baswedan kepada Jokowi

Menurutnya, apabila perencanaan tersebut dilakukan secara benar, maka pergerakan perekonomian pun akan terjadi.

"Ingat jalan di belakang Thamrin yang jadi Ex, Kebon Kacang lalu jadi Tamcit dan GI, dulunya pemukiman penduduk bukan? Apa yang terjadi, dalam rencana tata ruang dilakukan perubahan kemudian terjadi investasi, kemudian terjadi perpindahan, betul? Itu lah rencana tata ruang," kata Anies.

Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved