Breaking News:

Pamer Celurit dan Stik Golf Saat Konvoi Motor, 8 Anak Ingin Praktik Ilmu dari Perguruan Silat

Sebanyak delapan anak-anak di bawah umur merekam aksi pamer celurit dan stik golf sambil konvoi sepeda motor.

TribunJakarta.com/Jaisy Rahman Tohir
Ungkap kasus video viral konvoi bawa senjata tajam, di Mapolres Tangsel, Senin (28/1/2019). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Jaisy Rahman Tohir

TRIBUNJAKARTA.COM, TANGERANG SELATAN - Sebanyak delapan anak-anak di bawah umur dijerat Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) karena merekam aksi pamer celurit dan stik golf sambil konvoi sepeda motor.

Selain itu terdapat dua orang dewasa yang turut terjerat.

Mereka adalah ADS (14), FR (17), Stevanus Septiawan (18), F (17), Ary Saputra (18), KJ (16), Eka Pari Kesit (18), AF (17), MVS (15), MAR (15) dan MRR (14).

Dalam video itu, mereka terlihat konvoi sepeda motor.

Dua di antara mereka mengayunkan celurit dan stik golf dengan wajah ceria.

Video tersebut pun beredar di masyarakat melalui media sosial.

Kapolres Tangerang Selatan (Tangsel), AKBP Ferdy Irawan, menyebut video amatir itu meresahkan masyarakat.

Video yang beredar pada awal tahun ini, ternyata dibuat pada Oktober tahun lalu.

"Video tersebut dibuat di Jalan Graha Raya Bintaro, Serpong Utara Kota Tangerang Selatan," ujar Ferdy di Mapolres Tangsel.

Ferdy mengungkapkan, anak-anak itu hendak mempraktikkan ilmu yang didapatkan dari perguruan silat Banaspati di, Kunciran, Tangerang.

"Tujuan kegiatan yang para pelaku lakukan adalah untuk menguji ilmu yang diperoleh dari latihan di Padepokan Silat BANASPATI," jelasnya.

Vicky Prasetyo Sebut Jari Kiri Adiknya Cacat Usai Terkena Sabetan Celurit

Bubarkan Tawuran Warga, Polisi Amankan 7 Remaja dan 3 Celurit di Jatinegara

Selain dijerat pasal 45 B Undang-undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang perubahan atas Undang-undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang ITE dengan ancaman penjara empat tahun, ke-11 anak-anak dan ABG itu juga dijerat pasal 2 ayat (1) Undang-undang Darurat RI Nomor 12 Tahun 1951, tentang kepemilikan senjata tajam tak berizin.

Hukuman kepemilikan senjata tajam itu, terancam hukuman paling berat 10 tahun penjara.

Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved