Wakil Wali Kota Jakarta Selatan Minta RT/RW Tak Takut Tanyakan Izin Mendirikan Bangunan

Sebab, mulai dari RT maupun RW lah permasalahan bangunan liar yang berujung pada pembongkaran bisa diantisipasi.

Wakil Wali Kota Jakarta Selatan Minta RT/RW Tak Takut Tanyakan Izin Mendirikan Bangunan
TRIBUNJAKARTA.COM/SATRIO SARWO TRENGGINAS
Wakil Wali Kota Jakarta Selatan, Arifin melihat turap yang dibangun oleh pemilik lahan yang membangun bangunan tanpa izin di Ciganjur pada Senin (28/1/2019). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Satrio Sarwo Trengginas

TRIBUNJAKARTA.COM, JAGAKARSA - Wakil Wali Kota Jakarta Selatan Arifin meminta warganya melapor jika melihat bangunan yang tak berizin serta melanggar aturan di permukiman.

Menurutnya, laporan bisa disampaikan lewat RT, RW dan warga sekitar untuk dilanjutkan ke kelurahan setempat.

Arifin menjelaskan, bangunan liar yang berdiri bisa menjadi penyebab sukarnya air menyerap tanah.

Hal ini membuat rentan menyebabkan genangan air bahkan banjir.

Lebih lanjut Arifin, memperingatkan kepada setiap RT maupun RW di Wilayah Kota Jakarta Selatan untuk melaporkan apabila ditemukan penyelewengan tanah oleh warga di sekitarnya.

Sebab, mulai dari RT maupun RW lah permasalahan bangunan liar yang berujung pada pembongkaran bisa diantisipasi.

Ratakan Belasan Kos-kosan di Ciganjur, Satpol PP Pinjam Alat Berat Ekskavator

"RT atau RW bisa menanyakan ke pemilik bangunan Izin Mendirikan Bangunan (IMB) nya ada enggak. Kalau RT dan RW kan boleh mengecek. Karena mereka itu pemimpin di wilayahnya. Kalau warganya enggak ada IMB patut dicurigakan dan bisa segera laporkan," kata Arifin kepada TribunJakarta.com pada Senin (28/1/2019) di Ciganjur, Jakarta Selatan.

Arifin mencontohkan apabila ada warga yang mengokupasi tanah-tanah yang berdiri di saluran air atau bantaran kali dampak buruk dari pembangunan itu akan meluas.

"Dampaknya bukan yang mengokupasi tanah saja yabg kena tapi satu kampung bisa kena. Makanya saya minta konsepnya menjaga ketahanan bersama masyarakat. Supaya mampu membuat lingkungan itu nyaman untuk ditempati," tambahnya.

Berdiri di Lahan Pemakaman Umum, Satpol PP Robohkan Bangunan Kos-kosan Rp 2,5 Miliar di Ciganjur

Terkait bangunan yang liar itu bukan serta merta urusan dari pemerintah kota melainkan seluruh elemen masyarakat.

"Kembali lagi ke warga kita untuk bisa menjaga lingkungan. Kalau pak RT dan RW-nya diam ya makin hari makin habis, rumah pak RT atau RW juga kebanjiran," katanya.

Penulis: Satrio Sarwo Trengginas
Editor: Wahyu Aji
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved