Tabloid Indonesia Barokah Beredar, Wali Kota Bekasi: Jangan Dibaca, Masukkan ke Kotak

"Ini tinggal tiga kecamatan lagi, Pondok Gede, Pondok Melati, Jatisampurna, minggu ini kita selesaikan," kata Rahmat Effendi.

Tabloid Indonesia Barokah Beredar, Wali Kota Bekasi: Jangan Dibaca, Masukkan ke Kotak
TribunJakarta/Yusuf Bachtiar
Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi saat memberikan sambutan di Deklarasi Antihoaks dan Radikalisme di Gedung Kesenian Kota Bekasi, Selasa, (29/1/2019) 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Yusuf Bachtiar

TRIBUNJAKARTA.COM, RAWALUMBU- Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi menanggapi fenomena peredaran tabloid Indonesia Barokah di sejumlah masjid di wilayah setempat. Dia menegaskan, jika tabloid tersebut tidak memiliki kejelasan masyarakat diminta jangan membacanya.

"Katanya begitu dilacak gak ketemu kan (alamat redaksi) berarti kan hoaks ya, kalo hoaks ya ga usah ditanggapi, ya kalo begitu mah jangan dibaca udah, masukin aja kotak," kata Rahmat Effendi saat dijumpai di Gedung Kesenian, Rawalumbu, Bekasi, Selasa, (29/1/2019).

Rahmat Effendi juga meminta untuk seluruh masyarakat Kota Bekasi cerdas dalam memilah dan menyikapi suatu informasi. Pemkot Bekasi tengah mengkampanyekan deklarasi antihoaks dan radikalisme di tingkat kecamatan di seluruh Kota Bekasi.

"Ini tinggal tiga kecamatan lagi, Pondok Gede, Pondok Melati, Jatisampurna, minggu ini kita selesaikan," kata Rahmat Effendi.

"Selama kita mendapat berita, kita cari dulu bukti-bukti itu berita benar atau bohong. Deklarasi anti hoax salah satu mencegah kita terpecah belah, sekaligus kita ingin para tokoh di wilayah menyebar untuk mensosialisasikan antihoaks tersebut,” ungkapnya.

Rahmat menambahkan, memdekati pemilu, masyarakat juga diminta harus cerdas menyikapi isu-isu dan ujaran kebencian yang beredar. Jangan sampai di tahun politik keamanan dan ketertiban masyarakat tergangu.

"Deklarasi ini bertujuan agar masjid berfungsi sebagaimana mestinya, apalagi sekarang sudah mendekati Pileg dan Pilpres, maka banyak isu-isu atau ujaran-ujaran kebencian yang dimana sangat mengganggu kesatuan dan persatuan, maka dari itu ayo kita betul-betul jaga bersama agar nantinya di tahun politik ini Kota Bekasi akan aman dan nyaman,"tegas dia.

"Bukan hanya di kehidupan nyata tapi di dalam media sosial pun banyak yang menyebarkan berita hoax, maka dari itu apabila ada hal-hal atau berita yang tidak begitu yakin segera lapor kepada pihak-pihak yang berwenang. Sekali lagi ayo kita jaga Kota Bekasi ini agar tetap aman, nyaman dan damai," paparnya.

Sebelumnya Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Bekasi mencatat ada 12 masjid di Kota Bekasi yang telah menerima peredaran Tabloid Indonesia Barokah.

Kordinator Divisi Pengawasan Bawaslu Kota Bekasi Ali Mahyali mengatakan, 12 masjid itu diantaranya Masjid At-Taqwa Komplek Sapta pesona, Kecamatan Jatiasih, Masjid An-Nur Kayuringin, Bekasi Selatan, Masjid Nurul Huda Pondok gede dan Masjid At-Taqwa Kayuringin, Bekasi Selatan.

"Jadi dari hasil investigasi dan penelusuran kita ada 12 masjid yang menerima cetakan tabloid Indonesia Barokah," kata Ali.

Heboh Tabloid Indonesia Barokah Jelang Pilpres: Obor Rakyat Diungkit, Ipang Wahid Jawab Tudingan

Dikirimi Tabloid Indonesia Barokah, Ini Penjelasan Pengurus Masjid di Jakarta Barat

Tabloid Indonesia Barokah yang Ditemukan di Kepulauan Seribu Belum Tersebar ke Masjid

Bawaslu Kota Bekasi sampai saat ini belum melakukan tindakan penarikan tabloid Indonesia Barokah yang sudah diterima sejumlah masjid. Pihaknya sampai saat ini sebatas mendata.

"Kita sejauh ini baru sebatas mendata saja, tidak melakukan penarikan atau penyitaan 36 eksemplar tabloid yang sudah di terima di masjid-masjid, hasil dari temuan ini kita laporkan ke Bawaslu Provinsi Jawa Barat," ucap Ali.

Penulis: Yusuf Bachtiar
Editor: Erik Sinaga
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved