Dinkes Kota Bekasi Akan Laksanakan Kegiatan Pemberantasan Sarang Nyamuk Serentak

Jumlah tersebut menurut Dezi meningkat jika dibandingkan periode Januari 2018 lalu. Dimana jumlah pasien DBD saat itu tercatat 49 kasus.

Dinkes Kota Bekasi Akan Laksanakan Kegiatan Pemberantasan Sarang Nyamuk Serentak
Tribunnews.com/net
Nyamuk demam berdarah 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Yusuf Bachtiar

TRIBUNJAKARTA.COM, MEDAN SATRIA - Dinas Kesehatan Kota Bekasi bakal melaksanakan kegiatan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) secara serentak di seluruh wilayah Kota Bekasi. Hal itu dilakukan seiring meningkatnya tren penyakit demam berdarah dengue (DBD) di wilayah setempat.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Kota Bekasi, Dezi Syukrawati, mengatakan, pihaknya telah menyusun instruksi langsung yang nantinya diedarkan ke tiap-tiap kecamatan dan kelurahan.

"Ini instruksi langsung dari Wali Kota Bekasi dan surat edaran dari Kepala Dinas Kesehatan untuk upaya pencegahan dini peningkatan kasus DBD di awal 2019 ini," kata Dezi saat dikonfirnasi, Rabu, (30/1/2019).

Kegiatan PSN secara serentak belum dapat dipastikan bakal dilakukan kapan. Sementara ini pihaknya tengah melakukan kordinasi dengan instansi dinas terkait serta elemen masyarakat agar kegiatan PSN serentak dapat efektif mencegah peningktan DBD.

"Kita masih tahap penyusunan strategi karenakan PSN serentak ini diharapkan bisa menjadi upaya yang efektik mencegah peningkatan kasus DBD, kita juga berencana melibatkan sekolah karena anak-anak juga golongan yang rawan terkena DBD," jelas Dezi.

Seperti yang diketahui, Dinas Kesehatan Kota Bekasi baru saja merilis data pasien positif terjangkit Deman Berdarah Dengue (DBD) periode Januari 2019 sebanyak 75 orang. Data tersebut merupakan hasil validasi dan diagnosa yang dilakukan seluruh rumah sakit yang ada di wilayah setempat.

Jumlah tersebut menurut Dezi meningkat jika dibandingkan periode Januari 2018 lalu. Dimana jumlah pasien DBD saat itu tercatat 49 kasus.

"Dari data yang sudah tervalidasi di seluruh rumah sakit dan layanan kesehatan ada 75 pasien yang telah terdiagnosa menderita DBD periode Januari 2019 ini," kata Dezi.

Pemkot Depok Jamin Ketersediaan Alat Fogging dan Cairan Insektisida Cegah Penyebaran DBD

RSUD Pasar Rebo dan RSUP Fatmawati Tampung 121 Pasien DBD

Tempati Peringkat 5 Daerah Rawan DBD Se-DKI, Ini Upaya Plt Camat Cipayung Berantas Jentik Nyamuk

Sebelumnya, Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi mendesak Dinas Kesehatan untuk meningkatkan langkah pencegahan wabah penyakit demam berdarah dengue (DBD) di wilayah setempat.

Dinas Kesehatan juga menurut wali kota seharusnya bisa melakukan antispasi sejak dini. Sebab, wabah DBD merupakan siklus tahunan yang kerap terjadi ketika memasuki musim hujan.

"Ya inikan sebenernya penyakit siklus, kita harusnya sudah bisa lakukan antisipasi prepentif dan kuratifnya, nah pada saat musim hujan kita harus sudah bisa antisipasi apa-apa yang menjadi kendala siklus tentunya DBD itu, antisipasi itu harusnya sudah jadi tradisi," kata Rahmat.

Penulis: Yusuf Bachtiar
Editor: Erik Sinaga
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved