Slamet Gunaedi, Sosok Penjaga Sekolah yang Mengatur Parkir Sepeda Motor Sesuai Warna dan Jenis

Motor matic hitam berbaris rapih, menghadap arah yang sama, hingga berganti ke barisan motor matic biru, kemudian putih dan merah.

Slamet Gunaedi, Sosok Penjaga Sekolah yang Mengatur Parkir Sepeda Motor Sesuai Warna dan Jenis
TRIBUNJAKARTA.COM/JAISY RAHMAN TOHIR
Slamet Gunaedi, penjaga sekolah SMAN 4, Pondok Ranji, Ciputat Timur, Tangerang Selatan, Rabu (30/1/2019). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Jaisy Rahman Tohir

TRIBUNJAKARTA.COM, CIPUTAT TIMUR - Sosok Slamet Gunaedi, penjaga sekolah SMAN 4 Tangerang Selatan (Tangsel), mendadak viral di media sosial, karena tempat parkir sepeda motor yang diaturnya sangat rapih berbaris sesuai warna dan jenis.

Ditemui di sekolah, Slamet sedang berjaga di posnya menggunakan pakaian safari berwarna biru, dan topi hitam, Rabu (30/1/2019).

Slamet yang sudah sangat dikenal para pelajar SMA tersebut, menunjukkan TribunJakarta.com, parkiran motor satu baris hasil tataannya.

Motor matic hitam berbaris rapih, menghadap arah yang sama, hingga berganti ke barisan sepeda motor matic biru, kemudian putih dan merah.

Hampir sempurna, seluruh motor di barisan itu, tidak memiliki sela sedikit pun, dan jaraknya sangat teratur.

Parkir sepeda motor di SMAN 4, Pondok Ranji, Ciputat Timur, Tangerang Selatan, Rabu (30/1/2019).
Parkir sepeda motor di SMAN 4, Pondok Ranji, Ciputat Timur, Tangerang Selatan, Rabu (30/1/2019). (TRIBUNJAKARTA.COM/JAISY RAHMAN TOHIR)

Slamet mengatakan, ide mengatur motor sedemikian rapih, muncul untuk membantu para pelajar agar rapih dan mudah ditemukan.

"Biar si pemiliknya mempermudah, menngingat motornya di sini nih. Biar enak saja dilihatnya," ujar Slamet singkat.

Pria anak tiga itu, sudah menata parkiran serapih itu, sejak pertama kali ia masuk di sekolah yang terletak di Jalan WR Supratman, Pondok Ranji, Ciputat Timur, Tangsel itu.

"Dari tahun 2000 saya masuk sini. Iya sudah 19 tahun," ujarnya.

Slamet memang dikenal sebagai sosok yang rajin dan telaten. Sebelum jam tugasnya pukul 07.00 WIB, ia sudah berada di sekolah pukul 06.30 WIB.

"Kalau pulang ya nanti habis magrib. Kalau tukang sapu mah bel langsung pulang. Saya, nunggu sampai habis dulu," ujarnya.

Penulis: Jaisy Rahman Tohir
Editor: Wahyu Aji
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved