Hamil 4 Bulan, Siswi SMP Jadi Korban Rudapaksa Pacar yang Berusia 35 Tahun

Nasib tragis harus diderita Delima (bukan nama sebenarnya), bocah saat ini masih duduk di bangku kelas 8 SMP. Ia jadi korban rudapaksa pacar.

Hamil 4 Bulan, Siswi SMP Jadi Korban Rudapaksa Pacar yang Berusia 35 Tahun
ISTIMEWA
ILUSTRASI 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Yusuf Bachtiar

TRIBUNJAKARTA.COM, TAMBUN SELATAN - Nasib tragis harus diderita Delima (bukan nama sebenarnya), bocah berusia 15 tahun yang saat ini masih duduk di bangku kelas 8 Sekolah Menengah Pertama (SMP).

Ia menjadi korban rudapaksa pria berinisial YY (35) yang tidak lain pacarnya sendiri.

Kejadian Itu baru diketahui setelah Delima dinyatakan positif hamil empat bulan ketika menjalani pemeriksaan di klinik.

Ia dirudapaksa sebanyak lima kali oleh YY yang saat ini kabur setelah melakukan perbuatan keji terhadap anak di bawah umur.

Komisioner Komisi Perlindungan Anak Daerah (KPAD) Kabupaten Bekasi, Muhammad Rojak mengatakan berasarkan keterangan keluarga korban, kejadian rudapaksa yang dilakukan YY sudah terjadi sejak awal 2018 lalu.

"Korban dengan pelaku sudah pacara selama setahun, mulanya korban tidak mau diajak bersetubuh, hingga kemudian pelaku membujuk dengan berjanji akan bertanggung jawab," kata Rojak, Kamis (31/1/2019).

Rojak menambahkan pemerkosaan terkhir dilakukan pada Sepetember 2018 lalu.

Adapun aksi bejat pelaku dilakukan dengan mengajak korban ke kontrakan tempat tinggalnya atau di loseman di kawasan Cibitung.

"Keluarga sama tidak tahu, keluarga mulai curiga ketika lihat kondisi korban dan dibawa ke klinik Mulia Medika, Tambun Utara, ketika diperiksa kondisi korban sudah positif hamil empat bulan," ungkap Rojak.

Setelah mengetahui putrinya hamil akibat diperkosa YY, pihak keluarga mencoba mendatangi kontrakan tempat tinggal pelaku.

Namun ketika disambangi, pelaku sudah tidak ada di kontrakannya.

"Niat keluarga ke rumah kontrakan pelaku untuk meminta pertanggungjawaban, tapi ketika di datangi pekaku sudah kabur dan saat ini belum tahu keberadaanya," jelas dia.

Tak Bayar Utang, Perempuan Dipukul, Dirudapaksa hingga Dibakar Pacarnya Sendiri, Ini Kronologisnya

Driver Ojek Online Rudapaksa Penumpang, Ajak Nongkrong di Kafe dan Berpura-pura Mandi

Akibat kejadian itu KPAD Kabupaten Bekasi akhirnya melakukan pendampingan kepada keluarga korban untuk melaporkan perbuatan bejat pelaku ke Polres Metro Bekasi pada Jumat, 25 Januari 2019 lalu.

"Kami berinisiatif untuk membantu demi kepentingan terbaik anak. Identitas lengkap pelaku sudah kami dapati dan sepenuhnya kasus akan ditangani oleh aparat," kata Rojak.

Penulis: Yusuf Bachtiar
Editor: Ferdinand Waskita Suryacahya
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved