Pria Asal Serpong Ini Pesan Ganja Cair dari Amerika Via Situs Gelap Pakai Bitcoin

Harganya, jika kurs bitcoin dijadikan rupiah, besarnya sekira Rp 2.800.000.

Pria Asal Serpong Ini Pesan Ganja Cair dari Amerika Via Situs Gelap Pakai Bitcoin
TribunJakarta/Jaisy Rahman Tohir
Pengungkapan kasus transaksi ganja cair di gedung BNN Tangsel, Jalan Raya Serpong, Setu, Tangsel, Kamis (31/1/2019). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Jaisy Rahman Tohir

TRIBUNJAKARTA.COM, SETU - AD alias K (28) memesan tetrahydrocannabinol (TRC) atau ganja cair dari Amerika melalui situs gelap, dan transaksi dilakukan menggunakan mata uang virtual bitcoin.

Harganya, jika kurs bitcoin dijadikan rupiah, besarnya sekira Rp 2.800.000.

Ganja cair itu dikirim dalam bentuk dua lembar tisu basah yang dibungkus plastik berlapis alumunium voil.

Cara konsumsinya, tisu tersebut diambil cairannya dan dicampur dengan liquid untuk dihirup asapnya menggunakan vape.

Hal itu diungkapkan Kepala BNN Provinsi Banten, Brigjen Pol Tantan Sulistyana, yang didampingi Kepala BNN kota Tangsel, AKBP Stince Djonso, di gedung BNN Tangsel, Setu, Tangsel, Kamis (31/1/2019).

"Tersangka memesan barang haram itu melalui internet atdau situs darkweb ketika sedang di Philipina," ujar Tantan.

AD memesan ganja cair itu bersama ED yang masih dalam pengejaran, ketika berada di Philipina saat bekerja.

Pengiriman dari Amerika bertujuan ke Serpong, Tangsel, dicurigai Bea Cukai Kantor Pos Pusat Pasar Baru Jakarta, dan melaporkannya ke BNN Tangsel.

Kasus tersebut pun masih dalam pengembangan, untuk mengetahui pengedarannya lebih jauh.

Tersangka dijerat pasal 113 ayat (2) subsider pasal 114 ayat (2) lebih subsider pasal 112 ayat (2) Undang-Undang nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika, dengan ancaman hukuman penjara paling berat 20 tahun dan denda paling banyak Rp 10 miliar.

BNN Tangerang Selatan Ungkap Transaksi Ganja Cair Bahan Liquid Vape dari Amerika

BNN Sita Ganja Seberat 1,5 Ton Ganja yang Berasal dari Aceh

Konsumen Vape Diimbau Beli Produk Berpita Cukai

Tantan menjelaskan, di sejumlah negara tertentu, ganja boleh diperjualbelikan secara bebas atau dengan persyaratan tertentu.

Pihaknya terus memperkuat kerja sama antar lembaga agar bisa terus memantau dan mengantisipasi masuknya narkotika ke Indonesia.

"Perlu ditingkatkan kerja sama antar lembaga penegak hukum, baik itu dari BNN, Kepolisian, petugas Imigrasi, ataupun Bea Cukai. Selain itu masyarakat juga harus proaktif mencegah barang haram itu masuk ke negara ini," imbaunya.

Penulis: Jaisy Rahman Tohir
Editor: Erik Sinaga
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved