Tim SAR Gabungan Temukan Jasad Diduga Fandi di Tepi Sungai Ciliwung
Jasad Fandi (14), yang hanyut terbawa arus pada Kamis (24/1/2019) sore lalu diduga ditemukan di aliran Sungai Ciliwung.
Penulis: Bima Putra | Editor: Ferdinand Waskita Suryacahya
Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Bima Putra
TRIBUNJAKARTA.COM, PANCORAN MAS - Jasad Fandi (14), pelajar kelas VI SDN Mekar Jaya 25 yang hanyut terbawa arus pada Kamis (24/1/2019) sore lalu diduga ditemukan di aliran Sungai Ciliwung wilayah Kelurahan Pasir Gunung Selatan, Cimanggis.
Komandan Tim Basarnas Kantor SAR Jakarta Aulia Solihanto jasad yang diduga Fandi itu ditemukan di tepi Sungai Ciliwung dan terlihat oleh personel tim gabungan.
"Sekitar jam 10 tadi tim gabungan menemukan jasad yang diduga Fandi di pinggir Sungai Ciliwung. Jasadnya terlihat dari atas saat tim gabungan melakukan pencarian," kata Aulia saat dikonfirmasi, Kamis (31/1/2019).
Usai ditemukan jasad dibawa ke Mapolsek Cimanggis guna mendapat surat pengantar melakukan tes DNA dan autopsi di Rumah Sakit (RS) Polri Kramat Jati, Jakarta Timur.
Tes DNA dilakukan untuk memastikan jasad merupakan Fandi yang hilang saat bermain bola di bantaran Sungai Ciliwung wilayah perumahan Pesona Khayangan, Sukmajaya, Depok.
Tim SAR gabungan juga telah mengabari keluarga Fandi yang merupakan warga Kampung Sugutamu, Kelurahan Mekarjaya, Sukmajaya, Depok.
"Pihak keluarga sudah dikabari dan ikut ke Rumah Sakit. Tadi dibawa ke Polsek Cimanggis untuk dapat surat jalan. Sekarang dalam perjalanan ke RS Polri Kramat Jati untuk tes DNA dan autopsi," ujarnya.
Kapolsek Sukmajaya Kompol IGN Bronet Ranapati membenarkan penemuan mayat setelah tim SAR gabungan melakukan pencarian di hari ketujuh ini.
Bronet menjelaskan usai hasil tes DNA RS Polri Kramat Jati menyatakan jasad merupakan Fandi, keluarga bakal langsung memakamkannya.
"Iya, tadi anggota sudah menemui pihak keluarga. Sekarang jasad dalam perjalanan ke RS Polri Kramat Jati. Habis dari RS nanti jasadnya langsung dimakamkan. Tapi saya belum tahu dimakamin di mana," jelas Bronet.
Sebagai informasi, hanyutnya Fandi berawal saat dia, Surya (9), Raka (11), Marcel (10), Gilang (10), dan Pandu (9) sedang bermain di bantaran Sungai Ciliwung.
Asim (63), paman Fandi mengatakan Surya dan Gilang juga nyaris terseret arus saat menyelamatkan bola yang terbawa derasnya arus namun berhasil selamat sementara Fandi gagal.
"Pas kejadian mereka main di bagian pinggir yang airnya cetek. Mandi sama main bola begitu, pas bolanya terseret arus mereka coba mengejar. Dua temannya selamat, tapi keponakan saya terseret," ucap Asim, Jumat (25/1/2019).
• Besok, Tim Gabungan Bakal Buat Pusaran Air di Sungai Ciliwung untuk Cari Fandi
• Marinir, Ditpolair, Hingga Nelayan Turut Cari Bocah yang Hanyut di Sungai Ciliwung
Sejumlah tim yang mencari Fandi di antaranya Basarnas, Tagana, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Depok, Palang Merah Indonesia.
Indonesian First Responder, Sahabat Ciliwung, FKKPI, Pramuka, Koramil Sukmajaya, Polisi, Pokdar Kamtibmas, Kancil, KCR, dan Tagana Pusat.