Breaking News:

Januari 2019, Sebanyak 31 Kasus DBD Landa Kelurahan Tegal Alur Jakarta Barat

Sepanjang Januari 2019, ada 31 kasus demam berdarah dengue (DBD) yang terjadi di Kelurahan Tegal Alur, Kecamatan Kalideres, Jakarta Barat.

Penulis: Novian Ardiansyah | Editor: Ferdinand Waskita Suryacahya
TribunJakarta.com/Novian Ardiansyah
Wakil Wali Kota Jakarta Barat Muhammad Zen. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Novian Ardiansyah

TRIBUNJAKARTA.COM, KEMBANGAN - Sepanjang Januari 2019, ada 31 kasus demam berdarah dengue (DBD) yang terjadi di Kelurahan Tegal Alur, Kecamatan Kalideres, Jakarta Barat.

Hal tersebut dikatakan oleh Wakil Wali Kota Jakarta Barat Muhammad Zen. Ia menyebut, data kasus DBD tersebut per 31 Januari 2019.

Dari data tersebut, diketahui RW 05 Kelurahan Kalideres menjadi wilayah tertinggi terjadi kasus DBD.

“Berdasarkan laporan dan data kasus DBD di wilayah Tegal Alur tepatnya di permukiman RW 05 hingga akhir bulan ini ditemukan banyak sekali, sekitar 12 kasus DBD,” kata Zen, Jumat (1/2/2019).

Zen mengatakan, tingginya kasus DBD di Kelurahan Tegal Alur lantaran masih banyak ditemukannya sejumlah tempat yang terindikasi menjadi perkembangbiakan nyamuk. Semisal ditumpukan ban bekas dan wadah-wadah plastik yang bisa menampung air hujan.

Selain itu tingginya kasus DBD yang terjadi, menurut Zen, juga disebabkan oleh kurangnya kesadaran masyarakat sekitar untuk melakukan gerakan pemberantasan sarang nyamuk (PSN).

“Kita melihat kepedulian masyarakat belum maksimal. Lihat saja, tumpukan ban bekas ini ditelantarkan begitu saja sehingga menjadi tempat penangkapan air, nyamuk pun bisa bertelur,” jelas Zen.

VIDEO Lenteng Agung DBD Tertinggi, Wakil Wali Kota Jakarta Selatan Gerebek Sarang Nyamuk 

Dapat Plakat Merah DBD Bulan Lalu, Ini Target Lurah Petojo Selatan Pada Evaluasi Berikutnya

Ia pun berharap, aparatur setempat bersama masyarakat untuk giat melakukan PSN guna memutus rantai perkemangbiakan jentik nyamuk.

Tidak lupa, Zen juga mengimbau agar masyarakat dapat menerapkan gerakan 3 M yaitu menguras, menutup, dan mengubur untuk mencegah perkembangbiakan nyamuk.

Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved