Residivis Ajak 2 Anaknya Lakukan Penipuan dan Rampas Sepeda Motor di Jakarta Barat

Seorang residivis berinisial SA (43) mengajak dua anaknya yakni RAA (26) dan EVS (23) dalam melakukan penipuan untuk menggasak sepeda motor.

Residivis Ajak 2 Anaknya Lakukan Penipuan dan Rampas Sepeda Motor di Jakarta Barat
TribunJakarta.com/Elga Hikari Putra
Polsek Kebon Jeruk, Jakarta Barat saat merilis kasus penipuan dan perampasan sepeda motor yang dilakukan bapak dan anak, Jumat (1/2/2019). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Elga Hikari Putra

TRIBUNJAKARTA.COM, KEBON JERUK - Seorang residivis berinisial SA (43) mengajak dua anaknya yakni RAA (26) dan EVS (23) dalam melakukan penipuan untuk menggasak sepeda motor.

Aksi mereka akhirnya berakhir di penjara usai ditangkap aparat Polsek Kebon Jeruk, Jakarta Barat.

Kapolsek Kebon Jeruk, Kompol Martson Marbun menuturkan, komplotan bapak dan anak ini telah berulang kali beraksi.

Polsek Kebon Jeruk, Jakarta Barat saat merilis kasus penipuan dan perampasan sepeda motor yang dilakukan bapak dan anak, Jumat (1/2/2019).
Polsek Kebon Jeruk, Jakarta Barat saat merilis kasus penipuan dan perampasan sepeda motor yang dilakukan bapak dan anak, Jumat (1/2/2019). (TribunJakarta.com/Elga Hikari Putra)

"Berdasarkan pemeriksaan, mereka sudah beraksi selama setahun ini dan paling banyak di kawasan Jakarta Barat. Bapaknya ini residivis kasus serupa dan baru keluar bulan Juli tahun lalu," kata Marbun di Mapolsek Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Jumat (1/2/2019).

Adapun modusnya, mereka selalu menuduh kalau korbannya telah melakukan tabrak lari terhadap kerabatnya.

Setelah membuat korban terpojok, barulah para pelaku kemudian merampas sepeda motor korban.

"‎Jadi mereka ini memberhentikan korbannya yang sedang naik motor. Kemudian menuduh kalau korban telah menabrak saudaranya," ujarnya.

Kanit Reskrim Polsek Kebon Jeruk, AKP Irwandhy Idrus menuturkan tersangka ‎pertama yang dibekuk yakni SA di kawasan Kebon Jeruk.

Dari pengakuan SA, kemudian polisi melakukan pengembangan hingga akhirnya membekuk kedua anaknya di sebuah indekost di Tangerang.

"‎Jadi setelah ambil motor, motor itu dibawa ke indekost di Tangerang dan kemudian dibawa ke bengkel di Jakarta Utara untuk dijual," kata Irwandhy.

Irwandhy menuturkan, selain menjual motor tersebut secara utuh, komplotan ini juga menjualnya secara pretelan.

"Cara jualnya kalau enggak ada yang mau beli utuh, sama mereka dipretelin dulu onderdilnya," kata Irwandhy.

Remaja Begal Sadis Beraksi di Jalan Raya RTM Cimanggis Depok, Pedagang Kelontong Jadi Korbannya

Dihadang Begal Hingga Terjatuh, Fahlevie Terseret 5 Meter Mempertahankan Motornya

Dari tangan pelaku, turut enam sepeda motor hasil curian yang diamankan dari sebuah bengkel ‎di Jakarta Utara.

Atas perbuatannya, kini mereka bertiga dikenakan Pasal 372 Juncto Pasal 378 tentang Penipuan dan Penggelapan.

Penulis: Elga Hikari Putra
Editor: Ferdinand Waskita Suryacahya
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved