Breaking News:

Berniat Baik Berujung Dianiaya, Nasib 3 Kader Jumantik di Lenteng Agung Dapat Perhatian Anies

Korban pemukulan yang menimpa Nur Azizah, Djayanti dan Felicia Desi berlangsung di sebuah rumah, tepatnya di Jalan Haji Ali RT 08 RW 05.

KOMPAS.com/NIBRAS NADA NAILUFAR
Rombongan kader Jumantik RW 05 Lenteng Agung, Jagakarsa, Jakarta Selatan yang dianiaya salah seorang pria, Minggu (3/2/2019). 

TRIBUNJAKARTA.COM, JAGAKARSA - Tiga orang juru pemantau jentik (Jumantik) Kelurahan Lenteng Agung dihujani bogem mentah oleh seorang warga yang tak terima rumahnya disambangi.

Ketiga ibu jumantik itu mengalami luka lebam di bagian wajah lantaran dipukuli oleh warga bernama Marwan Sangadji di Jalan Haji Ali RT 08 RW 05, Kelurahan Lenteng Agung, Kecamatan Jagakarsa, Jakarta Selatan.

Peristiwa pemukulan secara membabi buta itu terjadi saat sekawanan kader jumantik hendak melakukan pemeriksaan sarang nyamuk di rumah tersebut.

Namun, pria tersebut enggan rumahnya diperiksa oleh para kader jumantik.

Padahal, para kader jumantik datang secara baik-baik memeriksa sarang nyamuk.

Marwan sempat beradu mulut dengan para kader jumantik hingga berujung pemukulan kepada sejumlah kader.

Hal itu diterangkan oleh kader jumantik sekaligus korban pemukulan, Djayanti saat dirinya tengah terbaring di Ruangan IGD Rumah Sakit Zahirah, Kelurahan Jagakarsa.

"Kita datang dengan baik ke rumahnya, tapi orang itu tidak menerima kedatangan kita dan bereaksi dengan kasar. Dia bilang 'emang lo ada urusan apa? Disuruh sama siapa?', yaudah kita pada keluar dari rumahnya," bebernya kepada TribunJakarta.com pada Jumat (1/2/2019).

Satu di antara kader ada yang kecewa dengan sikap pria tersebut lantaran para kader jumantik mendapatkan perlakuan kasar.

Ia pun sempat beradu mulut dengan pria itu saat berada di luar pagar rumahnya.

"Terus teman saya ada yang bilang "beraninya jangan sama perempuan" ke pria itu. Nah pria itu marah mau mukul teman saya, dia menghindar saya yang kena pukul," ujarnya seraya menunjukkan bekas luka di pipi kirinya.

Selepas dipukul, Djayanti pun tersungkur di jalan.

Djayanti kemudian berlari mencari pertolongan ke rumah ketua RT setempat.

Kader Jumantik bernama Nur Azizah RT 001 RW 05, Kelurahan Lenteng Agung yang mengalami pemukulan pada Jumat (1/2/2019).
Kader Jumantik bernama Nur Azizah RT 001 RW 05, Kelurahan Lenteng Agung yang mengalami pemukulan pada Jumat (1/2/2019). (TribunJakarta/Satrio Sarwo Trengginas)

Namun, Djayanti bukan korban satu-satunya yang mendapatkan pemukulan membabi buta oleh Marwan.

Kedua temannya pun Nur Azizah dan Felicia Desi menjadi bulan-bulanan amukan pria tersebut saat Djayanti tengah meminta pertolongan.

"Ketika saya lari, saya melihat teman saya dibenturkan badannya beberapa kali sama dia kemudian teman saya yang satu lagi mau lari enggak bisa akhirnya dipukulin beberapa kali. Dia yang lebih parah ketimbang saya," paparnya.

Tak berselang lama, warga sekitar mengadukan kasus pemukulan itu kepada pihak kepolisian sektor Jagakarsa.

Marwan pun dibawa ke Polsek Jagakarsa bersama para korban lainnya.

 

"Dia dibawa ke polsek, kami bertiga juga dibawa kesana untuk diminta keterangan. Saya berharap biar dihukum aja dia biar jera. Kalau enggak dihukum nanti akan terulang lagi. Takutnya ada korban lainnya untuk pelajaran dia," tambahnya.

Kejadian itu turut ditanggapi oleh Wakil Wali Kota Jakarta Selatan, Arifin yang sedang memeriksa sarang nyamuk di wilayah Lenteng Agung.

Arifin menekankan kepada pemilik rumah agar menghargai pengorbanan para jumantik karena tugasnya membantu mengusir sarang nyamuk yang bisa berdampak buruk bagi lingkungan tempat tinggal.

"Ya mungkin ada kesalahpahaman yang perlu diluruskan. Saat ini lagi ditangani oleh pihak kelurahan. Kader jumantik itu memiliki tugas untuk melakukan pemeriksaan membantu mengingatkan para pemilik rumah untuk lebih rajin membersihkan sarang nyamuk. Karena tugas mereka sangat mulia," tambahnya.

Korban menolak damai

Keluarga korban pemukulan terhadap ketiga juru pemantau jentik (jumantik) Kelurahan Lenteng Agung mengharapkan pelaku dihukum setimpal atas perbuatannya.

Korban pemukulan yang menimpa Nur Azizah, Djayanti dan Felicia Desi berlangsung di sebuah rumah, tepatnya di Jalan Haji Ali RT 08 RW 05 Kelurahan Lenteng Agung.

Suami dari Nur Azizah bernama Nurcholis geram atas pemukulan yang dilakukan oleh pelaku bernama Marwan Sangaji yang telah membuat istrinya babak belur.

"Saya ingin hadapin juga itu (pelakunya). Orang saya suaminya enggak pernah mukulin dia. Tiba-tiba orang lain kan saya emosi juga. Tapi udah ada yang nanganin saya ikuti jalurnya aja," terangnya kepada TribunJakarta.com Jumat (1/2/2019).

Suasana di kediaman korban pemukulan jumantik, Nur Azizah pada Jumat (1/2/2019) malam.
Suasana di kediaman korban pemukulan jumantik, Nur Azizah pada Jumat (1/2/2019) malam. (TribunJakarta.com/Satrio Sarwo Trengginas)

Nurcholis kemudian menegaskan dari masing-masing pihak keluarga korban telah sepakat agar tidak mengambil jalan damai.

"Saya bilang ke keluarga korban lain udah lanjutin saja jangan memakai sistem kekeluargaan tapi lewat jalur hukum. Ini udah kekerasan luar biasa," paparnya di Rumah Sakit Umum Zahirah, Jagakarsa.

Mertua dari Felicia Desi, Hamdani pun berang atas kejadian yang menimpa menantunya.

"Saya mau ini diproses secara hukum. Ini udah penganiayaan. Kalau saya enggak ditahan warga lain, mungkin udah habis itu orang," timpalnya.

Selepas pemukulan itu, Marwan Sangaji digiring ke Polsek Jagakarsa untuk segera ditindaklanjuti.

Sementara para korban pemukulan telah divisum di IGD Rumah Sakit Zahirah dan telah diperbolehkan pulang.

Sekretaris Camat Jagakarsa, Mundari juga berharap kasus ini bisa segera diselesaikan melalui proses hukum yang sepadan dengan perbuatannya.

"Pelaku bernama Marwan Sangaji ini sudah di Polsek, mudah-mudahan terus tetap dilanjutkan permasalahan ini serta diproses karena mengingat ketiga jumantik sudah lumayan parah lukanya sehingga hukuman harus setimpal," tandasnya.

Pelaku langsung ditahan

ga perempuan petugas Juru Pemantau Jentik (jumantik) Kelurahan Lenteng Agung, Jagakarsa, Jakarta Selatan, jadi korban penganiayaan oleh warganya sendiri.

Akibatnya, tiga korban Felicia, 38, Djayanti, 38, dan Nur Azizah, 40, mengalami luka memar dibagian wajahnya dan lengannya.

Sebelumnya diberitakan, pemukulan terjadi ketika para korban mendatangani kediaman pelaku Marwan Sangaji (39) di Jalan Haji Ali RT 08/05, Lenteng Agung, pada Jumat (1/2/2019).

Satu petugas jumantik yang dipukul warga di Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Jumat (1/2/2019).
Satu petugas jumantik yang dipukul warga di Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Jumat (1/2/2019). (TribunJakarta.com/Satrio Sarwo Trengginas)

Karena alasan privasi, pelaku pun menolak kehadiran korban dan langsung menghakimi tiga petugas jumantik tersebut secara membabi buta.

Kanit Reskrim Polsek Jagakarta Iptu Sigit menuturkan, pihaknya langsung meringkus pelaku di kediamannya, usai mendapat laporan dari para korbannya.

 Dipukuli Warga, 3 Petugas Jumantik Diberikan Perawatan Intensif oleh Puskesmas Kecamatan Jagakarsa

"Pelaku langsung kami ringkus di kediamannya, usai korban membuat laporan di Polsek Jagakarsa," kata Sigit kepada TribunJakarta.com, Minggu (3/2/2019).

Sigit menjelaskan, saat ini pelaku masih mendekap dibalik jeruji besi ruang tahanan Polsek Jagakarsa akibat perbuatannya.

Menurut Sigit, belum ada upaya penyelesaian masalah tersebut secara kekeluargaan baik dari pihak keluarga pelaku maupun korban.

 (Video) Sekcam Jagakarsa Sambangi Rumah Petugas Jumantik yang Dipukuli Warga

"Belum ya belum ada upaya penyelesaian masalah secara kekeluargaan, kami tetap menjalankan SOP dan prosedur, melakukan penahanan terhadap pelaku," kata Sigit.

Gubernur Anies jenguk dan berikan semangat

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, menyambangi kader jumantik yang menjadi korban penganiayaan di Kelurahan Lenteng Agung, Jagakarsa, Jakarta Selatan.

Sebelumnya diberitakan, sebanyak tiga kader jumantik Kelurahan Lenteng Agung menjadi korban penganiayaan oleh salah seorang warganya Marwan Sangaji (39), yang tak bersedia disambangi rumahnya.

Tiga kader jumantik tersebut adalah Felicia (38), Djayanti (38), dan Nur Azizah (40), yang mengalami luka memar dan lebam dibagian wajah serta lengannya.

Anies menuturkan, meski mengalami kekerasan ketika bertugas, ketiga kader jumantik tersebut tetap bersemangat.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyambangi kediaman salah seorang kader jumantik yang jadi korban kekerasan di Kelurahan Lenteng Agung, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Minggu (3/2/2019).
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyambangi kediaman salah seorang kader jumantik yang jadi korban kekerasan di Kelurahan Lenteng Agung, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Minggu (3/2/2019). (TRIBUNJAKARTA.COM/DWI PUTRA KESUMA)

"Jadi pertama bahwa kader jumantik tetap semangat, walau pun mengalami kekerasan mereka tak sedikit pun gentar," kata Anies di kediaman Djayanti, Lenteng Agung, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Minggu (3/2/2019).

 Belum Ada Upaya Kekeluargaan, Pelaku Pemukulan Petugas Jumantik Masih Mendekap Dibalik Jeruji

Lanjut Anies, para kader jumantik yang mengalami kekerasan justru ingin menunjukan bahwa tindakan kekerasan itu tidak menyurutkan semangatnya, tapi justru makin menambah semangat para kader.

Menurut Anies, tugas dan peran para kader jumantik ini sangatlah penting, karena para kader merupakan orang-orang yang peduli terhadap lingkungan.

"Kader jumantik ini sangat penting, karena itu saya meminta pada seluruh masyarakat agar menyambut para kader jumantik dengan baik, mereka adalah orang-orang yang peduli pada lingkungan, mereka adalah kader yang menjaga kesehatan masyarakat," kata Anies.

Terakhir, Anies berpesan kepada seluruh masyarakat apabila menyaksikan ada tanda-tanda atau potensi sambutan yang kurang baik terhadap kehadiran jumantik, agar segera melaporkannya ke pihak berwajib.

"Bila menyaksikan tanda-tanda sambutan yang kurang baik, maka segera laporkan. Seperti peristiwa ini pelakunya langsung dilaporkan dan langsung ditahan di Polsek Jagakarsa, dan kami tidak akan membiarkan kejadian ini berlalu tanpa ada hukuman yang setimpal," kata Anies.

Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved