Ngaku Dukun, Pemuda di Depok Tipu Korban Hingga Rp 50 Juta

Sepak terjang Zakhy Mussafa (25) sebagai dukun palsu berakhir usai dicokok personel Unit Reskrim Polsek Sukmajaya.

Ngaku Dukun, Pemuda di Depok Tipu Korban Hingga Rp 50 Juta
DOUG MENUEZ/GETTY IMAGES
Ilustrasi tersangka. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Bima Putra

TRIBUNJAKARTA.COM, CILODONG - Sepak terjang Zakhy Mussafa (25) sebagai dukun palsu yang dapat menggasak uang puluhan juta dan sejumlah perhiasan kini berakhir usai dicokok personel Unit Reskrim Polsek Sukmajaya.

Kapolsek Sukmajaya AKBP IGN Bronet mengatakan Zakhy sempat bergelimang harta setelah menipu satu korban yang sedang dirundung masalah rumah tangga dan hendak menjual rumah.

Sebagai imbal jasa, Zakhy meminta korban menyerahkan uang Rp 25,5 juta dan cincin emas putih dengan janji rumah tangganya bakal harmonis dan rumah cepat terjual.

"Korbannya ada masalah rumah tangga. Pelaku mengaku mengaku mampu membantu masalah keluarga korban dan ekonominya. Korban sempat menyerahkan uang puluhan juta dan perhiasan," kata Bronet di Cilodong, Depok, Minggu (3/2/2019).

Tak sampai di situ, Zakhy juga meminta korban menyerahkan koleksi mata uang asing, di antaranya dolar, ringgit, Hongkong dengan iming-iming dapat berlipat ganda.

Namun setelah dua bulan berlalu, janji dukun muda itu tak terbukti sehingga korban berusaha berusaha menagih janji Zakhy.

"Pelaku juga meminta koleksi mata uang asing korbannya. Modusnya uang itu bisa dilipatgandakan. Tapi setelah beberapa bulan pelaku menghilang, korban coba menghubungi pelaku tapi berhasil," ujarnya.

Dari satu korbannya yang melapor ke Polsek Sukmajaya pada awal Februari 2019, Bronet menyebut Zakhy meraup untung sedikitnya Rp 50 juta.

Guna mempertanggungjawabkan perbuatannya, Zakhy dijerat pasal 378 KUHP tentang Penipuan juncto pasal 372 KUHP tentang Penggelapan.

Dukun Palsu Ngaku Bisa Gandakan Uang Rp 5 Miliar, Kain Hingga Jarum Jadi Alat Ritual

Sama-sama Alami Hal Mistis, Raditya Dika dan Ruben Onsu Berkolaborasi Untuk Paranormal Experience

 

"Total kerugian korbannya sampai Rp 50 juta. Pelaku dikenakan pasal 378 juncto 372 KUHP, ancaman hukumannya empat tahun penjara," tuturnya.

Dari tangan tersangka, penyidik Unit Reskrim Polsek Sukmajaya menetapkan satu buah tas pinggang, satu handphone, dan 203 lembar mata uang asing yang ditetapkan jadi barang bukti kejahatan. 

Penulis: Bima Putra
Editor: Ferdinand Waskita Suryacahya
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved